Show simple item record

dc.contributor.authorUdin, Baha
dc.date.accessioned2024-09-25T03:08:26Z
dc.date.available2024-09-25T03:08:26Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51955
dc.description.abstractTuberkulosis (TB) paru merupakan salah satu penyakit yang memiliki prevalensi yang tinggi di Indonesia, termasuk Provinsi Banten. Lamanya proses penyembuhan penyakit TB paru dapat menimbulkan perubahan pada status kesehatan pasien. Biaya pelayanan kesehatan yang semakin meningkat sebagai akibat dari berbagai faktor seperti pola pengobatan, pemilihan metode terapi, dan adanya perubahan ekonomi secara global mendorong pentingnya penelitian analisis biaya pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan strategi Directly Observed Treatment (DOT) terhadap utilitas biaya pasien TB Paru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan rancangan cross sectional. Perspektif yang digunakan pada penelitian ini, yaitu pembayar dan pasien dengan jenis biaya medis langsung, biaya non medis langsung dan biaya tidak langsung. Luaran klinis yang diukur pada penelitian ini, yaitu kualitas hidup. Sampel yang menjadi target pada penelitian ini adalah pasien TB paru yang memenuhi kriteria penelitian ini dengan jumlah sebanyak 24 responden. Penelitian ini menggunakan informed consent, lembar identitas pasien, data biaya dan kuesioner European Quality of Life 5 Dimensions 5 Levels Version (EQ-5D-5L). Analisis data pada penelitian ini menggunakan perhitungan Average Cost Utility Ratio (ACUR) uji statistik non parametrik wilcoxon. Data pada penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu utilitas biaya awal dan utilitas biaya akhir. Rata-rata total biaya setiap pasien pada utilitas biaya awal sebesar Rp. 2.255.916,83 dan pada utilitas biaya akhir sebesar Rp. 2.178.444,29. Nilai rata-rata kualitas hidup pada penelitian ini, yaitu 0,85 pada utilitas biaya awal dan 0,91 pada utilitas biaya akhir. Nilai rata-rata Average Cost Utility Ratio (ACUR) pada penelitian ini, yaitu utilitas biaya awal sebesar Rp. 2.682.343,53 dan utilitas biaya akhir sebesar Rp. 2.402.153,15. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh, yaitu 0,006 (<0,05) sehingga dapat dinyatakan terdapat perbedaan yang signfikan antara nilai ACUR pada utilitas biaya awal dan utilitas biaya akhir. Hal tersebut menunjukkan bahwa strategi Directly Observed Treatment (DOT) dapat memberikan pengaruh terhadap utilitas biaya di RSUD Banten.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectEQ-5D-5Len_US
dc.subjectDirectly Observed Treatmenten_US
dc.subjectTuberkulosisen_US
dc.subjectUtilitas Biayaen_US
dc.titlePengaruh Strategi Directly Observed Treatment (Dot) Terhadap Utilitas Biaya pada Pasien Tuberkulosis Paru di RSUD Bantenen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22924020


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record