Pengaruh Strategi Directly Observed Treatment (Dot) Terhadap Utilitas Biaya pada Pasien Tuberkulosis Paru di RSUD Banten
Abstract
Tuberkulosis (TB) paru merupakan salah satu penyakit yang memiliki prevalensi yang
tinggi di Indonesia, termasuk Provinsi Banten. Lamanya proses penyembuhan penyakit
TB paru dapat menimbulkan perubahan pada status kesehatan pasien. Biaya pelayanan
kesehatan yang semakin meningkat sebagai akibat dari berbagai faktor seperti pola
pengobatan, pemilihan metode terapi, dan adanya perubahan ekonomi secara global
mendorong pentingnya penelitian analisis biaya pengobatan. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan strategi Directly Observed Treatment
(DOT) terhadap utilitas biaya pasien TB Paru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
Banten. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan rancangan cross
sectional. Perspektif yang digunakan pada penelitian ini, yaitu pembayar dan pasien
dengan jenis biaya medis langsung, biaya non medis langsung dan biaya tidak
langsung. Luaran klinis yang diukur pada penelitian ini, yaitu kualitas hidup. Sampel
yang menjadi target pada penelitian ini adalah pasien TB paru yang memenuhi kriteria
penelitian ini dengan jumlah sebanyak 24 responden. Penelitian ini menggunakan
informed consent, lembar identitas pasien, data biaya dan kuesioner European Quality
of Life 5 Dimensions 5 Levels Version (EQ-5D-5L). Analisis data pada penelitian ini
menggunakan perhitungan Average Cost Utility Ratio (ACUR) uji statistik non
parametrik wilcoxon. Data pada penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu utilitas biaya
awal dan utilitas biaya akhir. Rata-rata total biaya setiap pasien pada utilitas biaya awal
sebesar Rp. 2.255.916,83 dan pada utilitas biaya akhir sebesar Rp. 2.178.444,29. Nilai
rata-rata kualitas hidup pada penelitian ini, yaitu 0,85 pada utilitas biaya awal dan 0,91
pada utilitas biaya akhir. Nilai rata-rata Average Cost Utility Ratio (ACUR) pada
penelitian ini, yaitu utilitas biaya awal sebesar Rp. 2.682.343,53 dan utilitas biaya akhir
sebesar Rp. 2.402.153,15. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai
signifikansi yang diperoleh, yaitu 0,006 (<0,05) sehingga dapat dinyatakan terdapat
perbedaan yang signfikan antara nilai ACUR pada utilitas biaya awal dan utilitas biaya
akhir. Hal tersebut menunjukkan bahwa strategi Directly Observed Treatment (DOT)
dapat memberikan pengaruh terhadap utilitas biaya di RSUD Banten.
Collections
- Master of Pharmacy [32]
