Show simple item record

dc.contributor.authorFadillah, Fikrian
dc.date.accessioned2024-09-25T02:07:27Z
dc.date.available2024-09-25T02:07:27Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51943
dc.description.abstractDalam pelaksanaan proyek konstruksi dibutuhkan analisis yang baik pada tahap perencanaan dan penjadwalan dikarenakan outputnya yang dijadikan sebagai acuan dalam pelaksanaan dan menjadi point penting dalam keberhasilan proyek. Masalah yang kerap muncul adalah adanya ketidaksesuaian antara beban dan kapasitas pekerjaan dalam perencanaan serta alokasi waktu pengaman yang terlalu banyak menjadikan perencanaan proyek saat ini menjadi kurang baik. Metode Critical Chain Project Management (CCPM) dinilai mampu mengatasi permasalahan pada perencanaan konvensional dengan mengganti asumsi waktu pengaman berlebih ke dalam waktu buffer dengan cara memotong 30% waktu setiap pekerjaan dan mengurangi adanya multitasking untuk manajemen sumber daya yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode CCPM dalam upaya mengoptimasi durasi perencanaan yang dilakukan secara konvensional pada proyek pembangunan gedung. Berdasarkan analisis yang dilakukan, metode CCPM mampu mengoptimasi durasi awal proyek yang berjumlah 130 hari menjadi 112 hari kerja dengan catatan menggunakan seluruh waktu buffer yang tersedia. Adapun, hal ini menunjukan CCPM mampu memberikan perkiraan durasi pengerjaan yang lebih singkat dengan alokasi sumber daya yang lebih merata.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectManajemen Proyeken_US
dc.subjectPenjadwalanen_US
dc.subjectCCPMen_US
dc.subjectBufferen_US
dc.titleOptimasi Penjadwalan Proyek dengan Metode Critical Chain Project Management (CCPM) (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Lab. Kimia FMIPA UII)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18511236


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record