Show simple item record

dc.contributor.authorAsy-Syarofi, Aulia
dc.contributor.authorIsnani, Ani Chalwa
dc.date.accessioned2024-09-20T06:48:03Z
dc.date.available2024-09-20T06:48:03Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51927
dc.description.abstractBiodiesel merupakan salah satu bahan yang mempunyai potensi besar untuk digunakan sebagai pengganti bahan bakar solar. Biodiesel dapat terbuat dari campuran lemak yang berasal dari nabati maupun hewani. Salah satu bahan baku hewani yang potensial adalah kulit ayam broiler yang belum banyak dimanfaatkan. Telah di proyeksikan pada tahun 2030 terdapat kulit ayam sebanyak 51.896.321,68 ton. Kulit ayam dalam jumlah banyak tersebut dapat dilakukan peningkatan nilai jualnya jika diproses menjadi Biodiesel. Pabrik biodiesel akan didirikan dengan kapasitas 12.000 ton/tahun dengan tenaga kerja sebanyak 125 orang yang bekerja selama 330 hari/tahun. Dengan mempertimbangkan faktor ketersediaan bahan baku, transportasi, tenaga kerja, pemasaran, dan utilitas pabrik ini akan didirikan didirikan di daerah Kawasan Industri Terpadu (KIT), Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah. Pabrik ini tergolong sebagai pabrik dengan resiko rendah berdasarkan tinjauan proses, kondisi operasi, sifat-sifat bahan baku dan produk, serta regulasi pemerintah. Peralatan yang digunakan antara lain, rotary drum washer, screw press, rotary dryer, reaktor, centrifuge, evaporator, dan menara distilasi. Secara garis besar proses produksi terdiri dari pencucian, reaksi dan pemurnian. Biodiesel dihasilkan dari reaksi transesterifikasi antara lemak kulit ayam dan etanol pada suhu 70°C dengan katalis CaO. Biodiesel yang terbentuk dipisahkan dengan menara distilasi untuk menghasilkan biodiesel dengan kemurnian 98,5%. Dalam satu tahun operasi, pabrik ini membutuhkan 13.887.414.994 ton kulit ayam broiler, 3.830.758.254 ton etanol dan 755.061.120 ton CaO sebagai bahan baku prosesnya. Utilitas pabrik menyediakan air sebesar 4.032.792.312.279 ton/tahun, klorin sebesar 1.254.272 ton/tahun, asam sulfat sebesar 332.202 ton/tahun, natrium hidroksida sebesar 723.526 ton/tahun, hidrazin sebesar 48.823 ton/tahun, tawas sebesar 505.453 ton/tahun, bahan bakar berupa LNG sebesar 7.913.979.829 ton/tahun dan solar sebesar 111,703 ton/3 bulan. Hasil analisis ekonomi pabrik menunjukkan keuntungan yang diperoleh pabrik biodiesel dengan kapasitas 12.000 ton/tahun adalah Rp 110.953.500.754,01. Nilai return of investment after tax sebesar 14,61% dari investasi modal awal, pay out time yaitu 4,4 tahun, break even point di kapasitas 40,76% dari kapasitas penuh pabrik, shut down point di kapasitas 12,39% dari kapasitas penuh pabrik, dan discounted cash flow 14,02%. Hasil analisa ekonomi menunjukkan pabrik biodiesel dari limbah kulit ayam broiler dengan kapasitas 12.000 ton/tahun ini layak untuk dikaji lebih lanjut.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKulit Ayamen_US
dc.subjectBiodieselen_US
dc.subjectPrarancangan Pabriken_US
dc.subjectTransesterifikasien_US
dc.subjectAnalisa Ekonomien_US
dc.titlePra Rancangan Pabrik Biodiesel dari Limbah Kulit Ayam Broiler dengan Kapasitas 12.000 Ton/tahunen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20521147
dc.Identifier.NIM20521139


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record