Show simple item record

dc.contributor.authorRahmadona, Aya Sophia
dc.date.accessioned2024-09-20T06:26:37Z
dc.date.available2024-09-20T06:26:37Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51924
dc.description.abstractListrik merupakan sumber utama kehidupan untuk peralatan yang menunjang kehidupan sehari – hari. Salah satu bentuk produk atau layanan Power Quality yang dikejar oleh MCTN adalah penyediaan FASTRA kepada pelanggan. Penyediaan Fasilitas Ekstra (FASTRA) merupakan fasilitas yang dapat memberikan solusi bagi keandalan suplai kepada pelanggan berdasarkan kondisi transmisi dan distribusi listrik di Indonesia saat ini. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Penggunaan metode ini dikarenakan data yang dibutuhkan sesuai dengan data yang ada pada perusahaan. Metode FMEA menggunakan skala peringkat kegagalan (RPN) yang melibatkan severity, occurance dan detection yang membantu dalam menentukan tingkat risiko yang lebih akurat sehingga KRI yang dirancang dapat lebih efektif dalam mengukur dan mengelola risikoTerdapat 15 risiko dan setelah dilakukan penilaian RPN, terdapat 2 risiko yang masuk kedalam kategori tinggi. Dari 2 risiko tersebut akan dilakukan penurunan nilai agar masuk kedalam kategori rendah. Untuk mengidentifikasi risiko kunci pada pelaksanaan program kerja FASTRA, langkah pertama yang perlu dilakukan yaitu menemukan apa saja risiko operasional yang terjadi pada saat melaksanakan program kerja, selanjutnya analisis risiko dengan cara mengevaluasi dampak, kemungkinan terjadinya, kemampuan deteksi risiko, serta mencari nilai RPN nya menggunakan metode FMEA. Nilai yang didapatkan kemudian dimasukkan kedalam risk matriks untuk melihat risiko tersebut berada di area rendah atau tinggi. Kemudian melakukan perkalian antara nilai severity, occurance, detection untuk mendapatkan nilai RPN. Penelitian berfokus pada 2 risiko dengan nilai RPN terbesar, nilai RPN yang besar tentunya disebkan oleh nilai severity, occurance, dan detection yang besar pula. Rancangan mitigasi pada pelaksanaan program kerja FASTRA diberikan pada 2 risk agent dengan nilai RPN terbesar. Pemberian mitigasi diberikan pada masing masing nilai severity, occurance, dan detection agar nilai RPN nya masuk kedalam kategori rendah.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectFASTRAen_US
dc.subjectFMEAen_US
dc.subjectRPNen_US
dc.subjectKRIen_US
dc.titlePerancangan Key Risk Indicator Sebagai Sistem Peringatan Dini Pada Program Kerja Fasilitas Ekstra (Fastra) (Studi Kasus PT. PLN Mctn)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20522292


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record