| dc.description.abstract | Sampah merupakan limbah yang dihasilkan oleh manusia setiap harinya. Jumlah
sampah terus meningkat setiap hari seiring meningkatnya populasi penduduk.
Timbulan sampah nasional naik dari rata-rata 28 juta ton tahun 2021 naik menjadi 38
juta ton di tahun 2022 (Kemen LHK 2024). Jumlah pondok pesantren yang banyak
dengan jumlah sumber daya manusia, diharap mampu melakukan minimalisasi
terhadap volume sampah melalui pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis program EMAS (Ekosistem Madani Atasi Sampah) pondok pesantren
di Yogyakarta. Objek dari penelitian ini adalah pondok pesantren Annur dan Fadlun
Minallah. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Data yang digunakan
dalam penelitian ini berupa data primer yang diperoleh secara langsung melalui
metode wawancara secara langsung melalui metode wawancara, observasi, dan
dokumentasi secara langsung di lapangan. validitas data menggunakan teknik
Triangulasi, menggunakan jenis Triangulasi Teknik dan Triangulasi Sumber. Hasil
penelitian mengungkap bahwa program EMAS membawa dampak positif terhadap
lingkungan yang berkualitas dan peningkatan kesehatan. Melalui pengelolaan sampah,
pondok pesantren dapat meminimalkan pengeluaran untuk membuang sampah. Hasil
dari pengelolaan sampah mendapat imbal balik keuangan yang dikembalikan lagi
untuk kemaslahatan pondok pesantren. Agar program pengelolaan berhasil,
dibutuhkan dorongan motivasi oleh pengasuh, niat ikhlas, dan pemberlakuan
kebijakan. Keberlangsungan program penting bagi pondok pesantren melalui
peningkatan kerja sama, inovasi, dan penunjang fasilitas program pengelolaan yang
lebih baik. | en_US |