Show simple item record

dc.contributor.authorSuyadhi, Falah Wili
dc.date.accessioned2024-09-17T04:00:50Z
dc.date.available2024-09-17T04:00:50Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id123456789/51857
dc.description.abstractLatar belakang: Penyakit jantung masih menduduki urutan pertama penyebab kematian di dunia. Salah satu manifestasi klinis penyakit jantung adalah Sindrom Koroner Akut (SKA) tipe STEMI dengan tindakan utama penanganannya adalah reperfusi menggunakan Intervensi Koroner Perkutan (IKP) atau terapi trombolitik. Setelah reperfusi, pasien harus mendapatkan antitrombotik untuk mencegah pembentukan kembali trombus. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran terapi trombolitik dan antitrombotik pada pasien STEMI dan mengetahui pengaruh terapi trombolitik terhadap lama rawat inap pasien STEMI di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode peneltian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian adalah pasien STEMI yang menjalani rawat inap pada periode tahun 2020-2023 dan memenuhi kriteria penelitian. Data ditelusuri secara retrospektif dari rekam medis pasien dan selanjutnya diolah dengan bantuan Ms. Excel dan software SPSS. Analisis statistik dengan Uji-Mann Whitney dilakukan untuk mengetahui perbedaan lawa rawat inap antara pasien yang mendapatkan dan tidak mendapatkan trombolitik. Hasil dan Pembahasan: Dari 142 pasien yang dimasukkan dalam penelitian ditemukan yang paling banyak adalah pasien laki-laki (85%) berusia 61-70 tahun (42%). Trombolitik yang digunakan hanya streptokinase dan sebanyak 64% pasien mendapatkan obat tersebut, dilengkapi dengan penggunaan antikoagulan (84%) dan antiplatelet (99%). Obat lain yang digunakan adalah Atorvastatin (95%), Lactulose (85%), Alprazolam (85%), Ramipril (65%) dan Bisoprolol (71%). Rata-rata lama pasien dirawat adalah 5 hari dan hasil analisis statistik menunjukkan tidak adanya perbedaan lawa rawat inap antara pasien yang mendapatkan dan tidak mendapatkan trombolitik (nilai-p = 0,335). Kesimpulan dan Saran: Penatalaksanaan terapi pada pasien STEMI secara umum sesuai dengan pedoman dari Kemenkes dan tidak terdapat hubungan antara pasien yang mendapatkan terapi trombolitik dengan jumlah hari rawat inap.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAntikoagulanen_US
dc.subjectAntiplateleten_US
dc.subjectAntitrombotiken_US
dc.subjectSTEMIen_US
dc.subjectTrombolitiken_US
dc.titleStudi Penggunaan Trombolitik dan Antitrombotik Pada Pasien Sindrom Koroner Akut Tipe Stemi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20613213


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record