Studi Penggunaan Trombolitik dan Antitrombotik Pada Pasien Sindrom Koroner Akut Tipe Stemi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Abstract
Latar belakang: Penyakit jantung masih menduduki urutan pertama penyebab
kematian di dunia. Salah satu manifestasi klinis penyakit jantung adalah Sindrom
Koroner Akut (SKA) tipe STEMI dengan tindakan utama penanganannya adalah
reperfusi menggunakan Intervensi Koroner Perkutan (IKP) atau terapi trombolitik.
Setelah reperfusi, pasien harus mendapatkan antitrombotik untuk mencegah
pembentukan kembali trombus.
Tujuan: Untuk mengetahui gambaran terapi trombolitik dan antitrombotik pada
pasien STEMI dan mengetahui pengaruh terapi trombolitik terhadap lama rawat
inap pasien STEMI di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Metode peneltian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan
rancangan cross sectional. Subjek penelitian adalah pasien STEMI yang menjalani
rawat inap pada periode tahun 2020-2023 dan memenuhi kriteria penelitian. Data
ditelusuri secara retrospektif dari rekam medis pasien dan selanjutnya diolah
dengan bantuan Ms. Excel dan software SPSS. Analisis statistik dengan Uji-Mann
Whitney dilakukan untuk mengetahui perbedaan lawa rawat inap antara pasien yang
mendapatkan dan tidak mendapatkan trombolitik.
Hasil dan Pembahasan: Dari 142 pasien yang dimasukkan dalam penelitian
ditemukan yang paling banyak adalah pasien laki-laki (85%) berusia 61-70 tahun
(42%). Trombolitik yang digunakan hanya streptokinase dan sebanyak 64% pasien
mendapatkan obat tersebut, dilengkapi dengan penggunaan antikoagulan (84%) dan
antiplatelet (99%). Obat lain yang digunakan adalah Atorvastatin (95%), Lactulose
(85%), Alprazolam (85%), Ramipril (65%) dan Bisoprolol (71%). Rata-rata lama
pasien dirawat adalah 5 hari dan hasil analisis statistik menunjukkan tidak adanya
perbedaan lawa rawat inap antara pasien yang mendapatkan dan tidak mendapatkan
trombolitik (nilai-p = 0,335).
Kesimpulan dan Saran: Penatalaksanaan terapi pada pasien STEMI secara umum
sesuai dengan pedoman dari Kemenkes dan tidak terdapat hubungan antara pasien
yang mendapatkan terapi trombolitik dengan jumlah hari rawat inap.
Collections
- Pharmacy [1917]
