Show simple item record

dc.contributor.authorRosiana
dc.contributor.authorHerwana, Mochamad Riskhi Candra
dc.date.accessioned2024-09-17T03:46:43Z
dc.date.available2024-09-17T03:46:43Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51852
dc.description.abstractPenelitian ini mengembangkan dan mengimplementasikan sistem pemantauan lampu lalu lintas berbasis Internet of Things (IoT) yang bertujuan untuk mendeteksi dan melaporkan kerusakan pada lampu lalu lintas secara otomatis, guna meningkatkan efisiensi dan keselamatan pengelolaan lalu lintas. Sistem ini memanfaatkan sensor PZEM-004T untuk mengukur parameter listrik penting seperti tegangan, arus, dan daya dari lampu lalu lintas. Data yang dikumpulkan oleh sensor kemudian dipantau secara real-time melalui antarmuka aplikasi Blynk, yang memungkinkan pemantauan jarak jauh secara efektif. Ketika sistem mendeteksi adanya anomali, seperti fluktuasi tegangan yang tidak wajar atau arus yang tidak normal, sistem secara otomatis mengirimkan notifikasi SMS kepada pengguna. Notifikasi ini tidak hanya memberikan peringatan tentang adanya kerusakan, tetapi juga menyertakan informasi yang lebih detail, seperti jenis kerusakan, waktu kejadian yang ditentukan oleh modul RTC DS3231, dan lokasi presisi tinggi dari lampu yang rusak menggunakan modul GPS Neo-6m. Proses pengiriman notifikasi dilakukan melalui modul komunikasi SIM800L. Untuk mengintegrasikan berbagai komponen sensor dan modul, sistem ini menggunakan mikrokontroler Arduino ATmega 2560 yang didukung oleh modul Wi-Fi ESP8266, yang juga berperan dalam mengirimkan data ke aplikasi Blynk. Pengujian yang dilakukan terhadap sistem ini menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi kerusakan lampu lalu lintas secara akurat dan memberikan laporan real-time kepada pihak yang berwenang, memungkinkan mereka untuk mengambil tindakan perbaikan dengan segera. Analisis terhadap data dari empat kasus percobaan menunjukkan bahwa sensor PZEM-004T memiliki performa yang bervariasi tergantung pada jenis pengukuran dan kondisi operasional lampu. Sensor ini menunjukkan akurasi tinggi dalam pengukuran tegangan, dengan rata-rata error sekitar 1%, dan daya dengan error sekitar 2-3%. Namun, dalam pengukuran arus, sensor ini memiliki deviasi yang signifikan, dengan error mencapai hingga 32%, yang menunjukkan keterbatasan dalam pengukuran arus yang sangat kecil. Meski begitu, sensor ini masih dianggap andal untuk pengukuran tegangan dan daya di berbagai kondisi operasional lampu lalu lintas. Secara keseluruhan, sistem pemantauan berbasis IoT yang dikembangkan ini mampu meningkatkan kualitas dan keandalan pengelolaan infrastruktur lalu lintas di persimpangan, melalui pemantauan dan pelaporan yang lebih cepat dan tepat. Implementasi sistem ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan keselamatan lalu lintas secara umum.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titleTrafficEase IoT : Sistem Monitoring Kerusakan pada Lampu Lalu Lintas Berbasis Internet-of-Thingsen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20524048
dc.Identifier.NIM20524104


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record