TrafficEase IoT : Sistem Monitoring Kerusakan pada Lampu Lalu Lintas Berbasis Internet-of-Things
Abstract
Penelitian ini mengembangkan dan mengimplementasikan sistem pemantauan lampu lalu lintas
berbasis Internet of Things (IoT) yang bertujuan untuk mendeteksi dan melaporkan kerusakan pada
lampu lalu lintas secara otomatis, guna meningkatkan efisiensi dan keselamatan pengelolaan lalu
lintas. Sistem ini memanfaatkan sensor PZEM-004T untuk mengukur parameter listrik penting seperti
tegangan, arus, dan daya dari lampu lalu lintas. Data yang dikumpulkan oleh sensor kemudian
dipantau secara real-time melalui antarmuka aplikasi Blynk, yang memungkinkan pemantauan jarak
jauh secara efektif.
Ketika sistem mendeteksi adanya anomali, seperti fluktuasi tegangan yang tidak wajar atau arus
yang tidak normal, sistem secara otomatis mengirimkan notifikasi SMS kepada pengguna. Notifikasi
ini tidak hanya memberikan peringatan tentang adanya kerusakan, tetapi juga menyertakan informasi
yang lebih detail, seperti jenis kerusakan, waktu kejadian yang ditentukan oleh modul RTC DS3231,
dan lokasi presisi tinggi dari lampu yang rusak menggunakan modul GPS Neo-6m. Proses pengiriman
notifikasi dilakukan melalui modul komunikasi SIM800L.
Untuk mengintegrasikan berbagai komponen sensor dan modul, sistem ini menggunakan
mikrokontroler Arduino ATmega 2560 yang didukung oleh modul Wi-Fi ESP8266, yang juga
berperan dalam mengirimkan data ke aplikasi Blynk. Pengujian yang dilakukan terhadap sistem ini
menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi kerusakan lampu lalu lintas secara akurat dan
memberikan laporan real-time kepada pihak yang berwenang, memungkinkan mereka untuk
mengambil tindakan perbaikan dengan segera.
Analisis terhadap data dari empat kasus percobaan menunjukkan bahwa sensor PZEM-004T
memiliki performa yang bervariasi tergantung pada jenis pengukuran dan kondisi operasional lampu.
Sensor ini menunjukkan akurasi tinggi dalam pengukuran tegangan, dengan rata-rata error sekitar 1%,
dan daya dengan error sekitar 2-3%. Namun, dalam pengukuran arus, sensor ini memiliki deviasi yang
signifikan, dengan error mencapai hingga 32%, yang menunjukkan keterbatasan dalam pengukuran
arus yang sangat kecil. Meski begitu, sensor ini masih dianggap andal untuk pengukuran tegangan dan
daya di berbagai kondisi operasional lampu lalu lintas.
Secara keseluruhan, sistem pemantauan berbasis IoT yang dikembangkan ini mampu meningkatkan
kualitas dan keandalan pengelolaan infrastruktur lalu lintas di persimpangan, melalui pemantauan dan
pelaporan yang lebih cepat dan tepat. Implementasi sistem ini diharapkan dapat memberikan
kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan keselamatan lalu lintas
secara umum.
Collections
- Electric Engineering [889]
