Show simple item record

dc.contributor.authorHanin, Ghina Syafi’ah
dc.date.accessioned2024-09-13T03:47:10Z
dc.date.available2024-09-13T03:47:10Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51814
dc.description.abstractKasus penyalahgunaan narkoba yang meningkat dan menyebar luas di lingkungan dengan pencandu dari berbagai usia , mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, khususnya di Sidoarjo. Sidoarjo sebagai salah satu wilayah di Jawa Timur mengalami kenaikan kasus penyalahgunaan narkotika sebesar 23,78% dari tahun sebelumnya. Namun keterbatasan jumlah pusat rehabilitasi di Jawa Timur yang hanya berjumlah 16, menjadi penyebab rendahnya jumlah individu yang direhabilitasi. Melalui perancangan bangunan Rehabilitasi Terpadu Narkoba di Sidoarjo dengan Pendekatan Islamic Healing Environment diharapkan mampu mengatasi isu non-arsitektural, khususnya peningkatan jumlah pengguna narkoba di Sidoarjo. Dengan isu arsitektural yang menjadi pertimbangan dalam mengatasi permasalahan mengenai fasilitas rehabilitasi yang memadai dengan tata ruang yang sesuai, desain fungsional yang tepat sehingga dapat mendukung kebutuhan pasien pecandu narkoba dalam proses penyembuhannya dengan dibantu oleh lingkungan yang sesuai dan metode yang sesuai. Proses detoksifikasi (medis) menjadi tahapan yang pertama dalam proses rehabilitasi pelaku pengguna narkoba. Selanjutnya, dilakukan proses non-medis yaitu pasien menjalani program agama yang ada di tempat tersebut dengan metode inabah. Yang terakhir adalah proses pembinaan lanjutan, proses ini sebagai tahapan akhir dari pasien pecandu. Dalam rehabilitasi narkoba apabila hanya terfokus pada pengobatan medis saja, tingkat kekambuhan yang terjadi lebih dari 40%. Maka untuk menurunkan tingkat kekambuhan (relapse) dibutuhkan perancangan rehabilitasi terpadu (medis-non medis-pembinaan lanjut berada dalam 1 tempat), sehingga pasian akan terpulihkan secara kondisi fisik, psikologis, sosial, maupun spiritualnya sekaligus. Perancangan menggunakan 4 aspek berupa alam, panca indra, psikologis, dan sosiologis dengan tema rancangan yaitu Islamic Healing Environment. Pendekatan ini sebagai upaya untuk mempercepat proses pemulihan serta memberikan kenyamanan kepada korban penyalahgunaan narkotika. Pada perancangan ini, program non-medis yang digunakan fokus pada metode keagamaan islam berupa metode inabah. Pelaksanaan metode tersebut disebut empat metode khusus karena terdapat empat kegiatan wajib berupa melaksanakan mandi taubat; shalat wajib berjamaah & shalat sunnah; pelaksanaan puasa wajib & sunnah; serta melaksanakan zikir harian. Selanjutnya metode Inabah didukung dengan upaya penerapan prinsip healing environment antara lain nourishing all the senses, healthy lighting, comfortable shapes, connection to nature, changeable layout and social support, & accesible environment.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectRehabilitasien_US
dc.subjectNarkobaen_US
dc.subjectInabahen_US
dc.subjectHealing Environmenten_US
dc.subjectSidoarjoen_US
dc.titlePerancangan Rehabilitasi Terpadu Narkoba di Sidoarjo, Jawa Timur dengan Pendekatan Islamic Healing Environmenten_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20512008


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record