Show simple item record

dc.contributor.authorJamiludin, Muhammad
dc.date.accessioned2024-09-13T03:30:25Z
dc.date.available2024-09-13T03:30:25Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51812
dc.description.abstractSetiap perbuatan muncul dari pengetahuan dan kesadaran pelakunya. Termasuk dalam berzakat, sangat ditentukan oleh pengetahuan dan kesadaran religius yang melatarbelakangi muzakki dan amil. Zakat sebagai norma, struktur, dan fungsi sangat bergantung pada ‘aktor’ yang ada di belakangnya. Dengan latar belakang seperti di atas, konstruksi pertanyaan penelitian dalam disertasi ini adalah 1) Bagaimanakah praktik zakat dan pemahaman amil tentang pengelolaan zakat di Kabupaten Lombok Tengah? 2) Bagaimanakah implikasi praktik dan pemahaman amil zakat di atas dalam pengelolaan zakat di Lombok Tengah? Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan model kualitatif deskriptif analisis. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologis, budaya, kontekstual, dan maqasid. Metode pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data dilakukan secara bersamaan sejak awal pengumpulan data sampai dengan reduksi, dan display data. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa paradigma pengetahuan masyarakat Sasak Lombok Tengah masih terikat dengan pengetahuan lama/klasik. Pengetahuan itu didapat dari Lembaga formal maupun nonformal yang disampaikan tuan guru, ustaz, muballig dalam forum pengajian dan majelis taklim. Pengajian tentang zakat biasanya dilaksanakan terjadwal, yaitu setiap minggu akhir bulan Ramadan. Dengan demikian, pengetahuan masyarakat tentang zakat tidak mendalam. Walau demikian, masyarakat sangat menghayati zakat, infak, dan sedekah sebagai kewajiban spiritual hamba kepada Tuhan. Dalam praksisnya, zakat, infak, sedekah ini diserahkan kepada masjid dan madrasah. Dan biasanya masjid mengalokasikan dana yang diterima hanya untuk memperbaiki fisik masjid, tidak dikembalikan/didistribusikan kepada kelompok penerima zakat. Walaupun pemikiran dan praksis zakat modern berkembang dengan pesat di Lombok Tengah, tidak berpengaruh banyak terhadap eksistensi zakat tradisional. Praksis zakat tradisional-modern dalam masyarakat Sasak Lombok Tengah berjalan side by side, saling menguatkan dan mengukuhkan untuk sampai pada maqasid zakat.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectZakaten_US
dc.subjectMasyarakat Sasaken_US
dc.subjectPemahaman Amilen_US
dc.titleSosiologi Zakat Masyarakat Sasak (Telaah Atas Pemahaman Amil dalam Pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah di Lombok Tengah)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18933007


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record