Sosiologi Zakat Masyarakat Sasak (Telaah Atas Pemahaman Amil dalam Pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah di Lombok Tengah)
Abstract
Setiap perbuatan muncul dari pengetahuan dan kesadaran pelakunya.
Termasuk dalam berzakat, sangat ditentukan oleh pengetahuan dan kesadaran
religius yang melatarbelakangi muzakki dan amil. Zakat sebagai norma, struktur,
dan fungsi sangat bergantung pada ‘aktor’ yang ada di belakangnya. Dengan latar
belakang seperti di atas, konstruksi pertanyaan penelitian dalam disertasi ini
adalah 1) Bagaimanakah praktik zakat dan pemahaman amil tentang pengelolaan
zakat di Kabupaten Lombok Tengah? 2) Bagaimanakah implikasi praktik dan
pemahaman amil zakat di atas dalam pengelolaan zakat di Lombok Tengah?
Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan model kualitatif deskriptif
analisis. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologis, budaya,
kontekstual, dan maqasid. Metode pengumpulan data dengan menggunakan
metode wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data dilakukan secara
bersamaan sejak awal pengumpulan data sampai dengan reduksi, dan display data.
Dalam penelitian ini ditemukan bahwa paradigma pengetahuan masyarakat
Sasak Lombok Tengah masih terikat dengan pengetahuan lama/klasik.
Pengetahuan itu didapat dari Lembaga formal maupun nonformal yang
disampaikan tuan guru, ustaz, muballig dalam forum pengajian dan majelis
taklim. Pengajian tentang zakat biasanya dilaksanakan terjadwal, yaitu setiap
minggu akhir bulan Ramadan. Dengan demikian, pengetahuan masyarakat tentang
zakat tidak mendalam. Walau demikian, masyarakat sangat menghayati zakat,
infak, dan sedekah sebagai kewajiban spiritual hamba kepada Tuhan. Dalam
praksisnya, zakat, infak, sedekah ini diserahkan kepada masjid dan madrasah. Dan
biasanya masjid mengalokasikan dana yang diterima hanya untuk memperbaiki
fisik masjid, tidak dikembalikan/didistribusikan kepada kelompok penerima zakat.
Walaupun pemikiran dan praksis zakat modern berkembang dengan pesat di
Lombok Tengah, tidak berpengaruh banyak terhadap eksistensi zakat tradisional.
Praksis zakat tradisional-modern dalam masyarakat Sasak Lombok Tengah
berjalan side by side, saling menguatkan dan mengukuhkan untuk sampai pada
maqasid zakat.
