Implementasi Metode Density-based Spatial Clustering With Noise (Dbscan) dan Hierarchical Density-based Spatial Clustering With Noise (Hdbscan) pada Pengelompokan Kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Sumatera Berdasarkan Komposisi Sampah
Abstract
Timbulan sampah merupakan salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh
negara-negara di seluruh dunia. Masalah timbulan sampah di Indonesia semakin
memburuk seiring dengan pertumbuhan urbanisasi yang pesat, peningkatan
populasi penduduk, perkembangan ekonomi, dan meningkatnya aktivitas
masyarakat. Data timbulan sampah pada Pulau Jawa dan Sumatera menunjukkan
bahwa data bervariasi dalam produksi sampah di berbagai daerah dan memiliki
outlier dari setiap variabel komposisi sampah. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hasil pengklasteran dari data timbulan sampah di Pulau Jawa dan
Sumatera tahun 2022 menggunakan metode Density-Based Spatial Clustering with
Noise (DBSCAN) dan Hierarchical Density-Based Spatial Clustering with Noise
(HDBSCAN) berdasarkan komposisi sampah. DBSCAN membentuk 2 klaster dan
27 noise dengan nilai average silhouette width sebesar 0,7392439. Klaster 1 terdiri
dari 146 Kabupaten/Kota dan klaster 2 terdiri dari 3 Kabupaten/Kota. HDBSCAN
membentuk 2 klaster dan 22 noise dengan nilai average silhouette width sebesar
0,705900. Klaster 1 terdiri dari 5 Kabupaten/Kota dan klaster 2 terdiri dari 149
Kabupaten/Kota. Perbandingan hasil klaster dari kedua metode menghasilkan
jumlah klaster yang sama, namun berbeda dalam jumlah data noise dan distribusi
karakteristik timbulan sampah. Klaster terbaik yang dihasilkan oleh metode
DBSCAN, menunjukkan bahwa klaster 2 memiliki rata-rata yang lebih tinggi pada
jenis sampah sisa makanan, kertas-karton, plastik, dan logam. Pada klaster 1
memiliki rata-rata lebih tinggi pada jenis sampah kayu-ranting.
Collections
- Statistics [1253]
