Show simple item record

dc.contributor.authorAiman, Vinda Nurul Hidayatul
dc.date.accessioned2024-09-09T02:19:17Z
dc.date.available2024-09-09T02:19:17Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51726
dc.description.abstractTanah memiliki peran krusial dalam dunia konstruksi karena berfungsi sebagai fondasi utama atau bahan langsung untuk berbagai proyek infrastruktur. Kondisi subgrade di jalan Desa Sumberingin Kulon menunjukkan bahwa terjadi kerusakan pada subgrade jalan ditandai dengan penurunan badan jalan dan terdapat banyak lubang di sebagian badan jalan Desa Sumberingin Kulon. Serbuk limbah marmer dipilih sebagai bahan stabilisator karena untuk meningkatkan daya dukung tanah itu sendiri. Tanah lempung tak organik dengan plastisitas rendah hingga sedang dapat menyebabkan penurunan tanah dan keretakan pada bangunan atau jalan karena memiliki daya dukung yang rendah. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah pengujian CBR (California Bearing Ratio) dalam dua kondisi, yaitu tidak terendam dan terendam dengan waktu pemeraman selama 1 hari dan perendaman selama 5 hari. Selain pengujian CBR pada penelitian ini juga menggunakan pengujian kuat tekan bebas untuk memperoleh nilai kuat tekan bebas (qu), nilai kohesi (Cu), dan sudut geser dalam (∅). Bahan stabilisasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah serbuk limbah marmer dengan variasi 0%, 5%, 10% 15%, dan 20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah asli (subgrade) tergolong dalam kelompok CL menurut metode USCS yang berarti tanah tersebut merupakan lempung tak organik dengan plastisitas rendah hingga sedang. Berdasarkan klasifikasi AASHTO, tanah ini termasuk dalam kelompok A-6, yang menunjukkan karakteristik tanah lempung dan kualitas tanah dasar yang tergolong sedang hingga buruk. Nilai CBR tanah asli dalam keadaan tidak terendam adalah 4,39%, sedangkan dalam keadaan terendam adalah 3,41%. CBR tertinggi dalam kondisi terendam ditemukan pada campuran serbuk limbah marmer 20% dengan waktu pemeraman 1 hari, yang mencapai 14,73% dengan peningkatan sebesar 10,34% dibandingkan tanah asli. Untuk kondisi terendam, CBR tertinggi diperoleh pada campuran serbuk limbah marmer 20% dengan pemeraman 1 hari dan perendaman 5 hari, yaitu 6,46% dengan peningkatan sebesar 3,05% dari tanah asli yang terendam. Nilai kuat tekan bebas tanah asli (qu) adalah 2,13 kg/cm2, nilai kohesi (c) 0,73 kg/cm2, dan sudut geser dalam sebesar 21°. Nilai kuat tekan bebas (qu) dan kohesi (c) meningkat seiring dengan bertambahnya persentase serbuk limbah marmer, dengan nilai tertinggi pada campuran serbuk limbah marmer 20% setelah pemeraman 7 hari, yaitu qu 5,01 kg/cm2, kohesi (c) 1,22 kg/cm2, dan sudut geser dalam 38°. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan serbuk limbah marmer berpengaruh positif terhadap peningkatan nilai CBR, kuat tekan bebas (qu), kohesi (c), serta sudut geser dalam. Berdasarkan nilai CBR tanah asli yang telah distabilisasi menggunakan 20% serbuk limbah marmer, desain perkerasan lentur yang disarankan adalah kategori FFF1 yang terdiri dari AC WC dengan tebal 40 mm, AC BC dengan tebal 60 mm, LPA (lapis fondasi atas) kelas A dengan tebal 400 mm, dan tebal perbaikan tanah dasar sebesar 30 mm.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectTanah Lempungen_US
dc.subjectStabilisasien_US
dc.subjectSerbuk Limbah Marmeren_US
dc.subjectCBRen_US
dc.subjectKuat Tekan Bebasen_US
dc.subjectSubgradeen_US
dc.titleStabilisasi Tanah Lempung menggunakan Serbuk Limbah Marmer Sebagai Subgrade Jalan Rayaen_US
dc.title.alternativeClay Soil Stabilization Using Marble Waste Powder as Highway Subgradeen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20511330


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record