Stabilisasi Tanah Lempung menggunakan Serbuk Limbah Marmer Sebagai Subgrade Jalan Raya
Abstract
Tanah memiliki peran krusial dalam dunia konstruksi karena berfungsi sebagai fondasi utama
atau bahan langsung untuk berbagai proyek infrastruktur. Kondisi subgrade di jalan Desa
Sumberingin Kulon menunjukkan bahwa terjadi kerusakan pada subgrade jalan ditandai dengan
penurunan badan jalan dan terdapat banyak lubang di sebagian badan jalan Desa Sumberingin
Kulon. Serbuk limbah marmer dipilih sebagai bahan stabilisator karena untuk meningkatkan daya
dukung tanah itu sendiri. Tanah lempung tak organik dengan plastisitas rendah hingga sedang dapat
menyebabkan penurunan tanah dan keretakan pada bangunan atau jalan karena memiliki daya
dukung yang rendah.
Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah pengujian CBR (California Bearing
Ratio) dalam dua kondisi, yaitu tidak terendam dan terendam dengan waktu pemeraman selama 1
hari dan perendaman selama 5 hari. Selain pengujian CBR pada penelitian ini juga menggunakan
pengujian kuat tekan bebas untuk memperoleh nilai kuat tekan bebas (qu), nilai kohesi (Cu), dan
sudut geser dalam (∅). Bahan stabilisasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah serbuk limbah
marmer dengan variasi 0%, 5%, 10% 15%, dan 20%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah asli (subgrade) tergolong dalam kelompok CL
menurut metode USCS yang berarti tanah tersebut merupakan lempung tak organik dengan
plastisitas rendah hingga sedang. Berdasarkan klasifikasi AASHTO, tanah ini termasuk dalam
kelompok A-6, yang menunjukkan karakteristik tanah lempung dan kualitas tanah dasar yang
tergolong sedang hingga buruk. Nilai CBR tanah asli dalam keadaan tidak terendam adalah 4,39%,
sedangkan dalam keadaan terendam adalah 3,41%. CBR tertinggi dalam kondisi terendam
ditemukan pada campuran serbuk limbah marmer 20% dengan waktu pemeraman 1 hari, yang
mencapai 14,73% dengan peningkatan sebesar 10,34% dibandingkan tanah asli. Untuk kondisi
terendam, CBR tertinggi diperoleh pada campuran serbuk limbah marmer 20% dengan pemeraman
1 hari dan perendaman 5 hari, yaitu 6,46% dengan peningkatan sebesar 3,05% dari tanah asli yang
terendam. Nilai kuat tekan bebas tanah asli (qu) adalah 2,13 kg/cm2, nilai kohesi (c) 0,73 kg/cm2,
dan sudut geser dalam sebesar 21°. Nilai kuat tekan bebas (qu) dan kohesi (c) meningkat seiring
dengan bertambahnya persentase serbuk limbah marmer, dengan nilai tertinggi pada campuran
serbuk limbah marmer 20% setelah pemeraman 7 hari, yaitu qu 5,01 kg/cm2, kohesi (c) 1,22 kg/cm2,
dan sudut geser dalam 38°. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan serbuk limbah marmer
berpengaruh positif terhadap peningkatan nilai CBR, kuat tekan bebas (qu), kohesi (c), serta sudut
geser dalam. Berdasarkan nilai CBR tanah asli yang telah distabilisasi menggunakan 20% serbuk
limbah marmer, desain perkerasan lentur yang disarankan adalah kategori FFF1 yang terdiri dari
AC WC dengan tebal 40 mm, AC BC dengan tebal 60 mm, LPA (lapis fondasi atas) kelas A dengan
tebal 400 mm, dan tebal perbaikan tanah dasar sebesar 30 mm.
Collections
- Civil Engineering [4779]
