Penerapan Metode Six Sigma dengan Decision on Belief Chart (Studi Kasus : Produksi Sarung Tangan Biliar di CV. Cahaya Setia Mulia Yogyakarta)
Abstract
Biliar merupakan permainan menyadak bola di atas meja persegi panjang.
Setiap bola yang disodok memiliki nomor yang berbeda beda. Saat ini permainan
biliar menjadi sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia khususnya remaja.
Oleh sebab itu, tidak sedikit industri manufaktur yang menjadikan fenomena itu
sebagai peluang untuk menghasilkan produk atribut penunjang permainan biliar.
CV. Cahaya Setia Mulia Yogyakarta merupakan perusahaan industri manufaktur
dengan produk utama sarung tangan. Perusahaan ini melakukan produksi sesuai
dengan permintaan yang dibutuhkan konsumen. Hasil observasi melalui
wawancara kepada pengelola didapatkan informasi bahwa, rata-rata jumlah
permintaan sarung tangan dari customer untuk setiap pre-order mencapai dua puluh
ribu pasang. Namun di akhir tahun 2023 jumlah permintaan customer mengalami
penurunan yang hanya mencapai seperempat dari permintaan sebelumnya. Maka
dari itu, peneliti ingin melakukan analisis terhadap proses produksi dan
memberikan usulan perbaikan menggunakan metode Kaizen Five Step Plan agar
dapat meminimalisir produk repair yang dihasilkan, sehingga perusahaan dapat
mempertahankan kualitas produk sarung tangan biliar. Dari hasil analisis
didapatkan data out of control yaitu pada pengambilan sampel hari ke-4. Rata-rata
DPMO (Defects Per Million Opportunities) pada produk sarung tangan biliar
periode 27 November 2023 hingga 10 Desember 2023 sebesar 52917 dan level
sigma sebesar 3,12 artinya CV. Cahaya Setia Mulia sudah mencapai tingkat six
sigma rata-rata industri Indonesia. Untuk mencari penyebab terjadinya repair
produk sarung tangan biliar digunakan diagram fishbone dan dilakukan perbaikan
menggunakan metode Kaizen Five Step Plan.
Collections
- Statistics [1327]
