Show simple item record

dc.contributor.authorStiawan, Aldi
dc.date.accessioned2024-09-06T06:26:15Z
dc.date.available2024-09-06T06:26:15Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51693
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh defisit anggaran, PDB per kapita, jumlah uang beredar, nilai tukar, tingkat suku bunga, dan tingkat pengangguran terhadaptingkat inflasi di Indonesia selama periode 1990 – 2022. Analisis ini menggunakandatatime series dengan menggunakan data laporan tahunan yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, dan juga WorldBank. Menggunakan metode Error Correction Model (ECM), penelitian ini mengidentifikasi hubungan jangka pendek danjangka panjang antara variabel-variabel tersebut. Hasil menunjukkan bahwa jumlahuangberedar signifikan mempengaruhi inflasi dalam jangka pendek dan panjang. PDBperkapita berpengaruh negatif terhadap inflasi dalam jangka pendek, namun tidak signifikandalam jangka panjang. Defisit anggaran tidak signifikan mempengaruhi inflasi dalamkedua jangka waktu. Nilai tukar berpengaruh negatif signifikan, sementara tingkat sukubunga berpengaruh signifikan terhadap inflasi. Tingkat pengangguran tidak signifikanmempengaruhi inflasi dalam jangka pendek maupun panjang.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDefisit Anggaranen_US
dc.subjectPDB Perkapitaen_US
dc.subjectJumlah Uang Beredaren_US
dc.subjectNilai Tukaren_US
dc.subjectTingkat Suku Bungaen_US
dc.subjectTingkat Pengangguranen_US
dc.subjectInflasien_US
dc.subjectECMen_US
dc.subjectIndonesiaen_US
dc.titleAnalisis Pengaruh Defisit Anggaran, PDB Perkapita, Jumlah Uang Beredar, Nilai Tukar, Tingkat Suku Bunga, dan Tingkat Pengangguran, Terhadap Tingkat Inflasi di Indonesia Tahun 1990 - 2022en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20313270


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record