| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh defisit anggaran, PDB per kapita, jumlah uang beredar, nilai tukar, tingkat suku bunga, dan tingkat pengangguran terhadaptingkat inflasi di Indonesia selama periode 1990 – 2022. Analisis ini menggunakandatatime series dengan menggunakan data laporan tahunan yang diperoleh dari Badan Pusat
Statistik (BPS), Bank Indonesia, dan juga WorldBank. Menggunakan metode Error
Correction Model (ECM), penelitian ini mengidentifikasi hubungan jangka pendek danjangka panjang antara variabel-variabel tersebut. Hasil menunjukkan bahwa jumlahuangberedar signifikan mempengaruhi inflasi dalam jangka pendek dan panjang. PDBperkapita berpengaruh negatif terhadap inflasi dalam jangka pendek, namun tidak signifikandalam jangka panjang. Defisit anggaran tidak signifikan mempengaruhi inflasi dalamkedua jangka waktu. Nilai tukar berpengaruh negatif signifikan, sementara tingkat sukubunga berpengaruh signifikan terhadap inflasi. Tingkat pengangguran tidak signifikanmempengaruhi inflasi dalam jangka pendek maupun panjang. | en_US |