Show simple item record

dc.contributor.authorYunilistianingsih
dc.date.accessioned2024-09-05T06:53:58Z
dc.date.available2024-09-05T06:53:58Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51641
dc.description.abstractPeningkatan kasus Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO) menjadi masalah penting dalam pengendalian TB di Indonesia. Tatalaksana TB RO di Indonesia saat ini menggunakan paduan pengobatan jangka pendek (9-11 bulan) dan paduan pengobatan jangka panjang (18-24 bulan) all oral. Pengobatan yang cukup lama, karakteristik pasien dan reaksi obat tidak dikehendaki (ROTD) dari pengobatan TB RO diduga berperan dalam keberhasilan terapi TB RO. Regimen terapi yang lebih cepat, aman, dan murah sangat diperlukan dalam pengobatan TB RO. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas terapi, ROTD, dan faktor yang memengaruhi efektivitas terapi dan ROTD pada pasien tersebut. Penelitian observasional yang bersifat retrospektif case series ini dilakukan di RSUP Dr. Sardjito, RSUD Sleman, RS Respira, dan RS PKU Muhammadiyah Gamping. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dari total 65 subyek, diperoleh nilai efektivitas terapi sebanyak 31 pasien (47,7%%). Semua pasien mengalami ROTD (100%). ROTD terbanyak adalah gangguan saluran pencernaan (19,9%) dan yang paling sedikit adalah gangguan endokrin (1,4%). Berdasarkan derajat keparahan, ROTD yang ditemukan paling banyak derajat 1 (60,1%), diikuti derajat 3 (26,1%) dan terakhir derajat 2 (13,8%). Faktor yang memengaruhi efektivitas terapi yaitu pekerjaan dan kepatuhan. Namun tidak ada hubungan antara faktor demografi dan klinis pasien dengan kejadian ROTD pada pasien TB RO. Kejadian ROTD derajat 2 dan 3 dipengaruhi oleh jarak ke RS dan kepatuhan pasien. Terdapat hubungan antara riwayat pengobatan TB dengan kejadian ROTD gangguan jantung dan terapat hubungan antara kepatuhan dengan kejadian ROTD gangguan jantung dan gangguan otot dan tulang. Meskipun demikian, temuan penelitian ini yang menyebutkan bahwa kepatuhan meningkatkan risiko ROTD pada beberapa organ, namun kepatuhan juga meningkatkan efektivitas terapi hingga 9,231 kali.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectEfektivitas Terapien_US
dc.subjectEfek Sampingen_US
dc.subjectPaduan Pengobatan Jangka Pendeken_US
dc.subjectROTDen_US
dc.subjectTB Resistan Obaten_US
dc.subjectTB MDRen_US
dc.titleEfektivitas Terapi dan Reaksi Obat yang Tidak dikehendaki pada Penggunaan Paduan Pengobatan Jangka Pendek Untuk Pasien Tuberkulosis Resistan Obaten_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22924018


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record