• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Efektivitas Terapi dan Reaksi Obat yang Tidak dikehendaki pada Penggunaan Paduan Pengobatan Jangka Pendek Untuk Pasien Tuberkulosis Resistan Obat

    Thumbnail
    View/Open
    22924018.pdf (5.410Mb)
    Date
    2024
    Author
    Yunilistianingsih
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Peningkatan kasus Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO) menjadi masalah penting dalam pengendalian TB di Indonesia. Tatalaksana TB RO di Indonesia saat ini menggunakan paduan pengobatan jangka pendek (9-11 bulan) dan paduan pengobatan jangka panjang (18-24 bulan) all oral. Pengobatan yang cukup lama, karakteristik pasien dan reaksi obat tidak dikehendaki (ROTD) dari pengobatan TB RO diduga berperan dalam keberhasilan terapi TB RO. Regimen terapi yang lebih cepat, aman, dan murah sangat diperlukan dalam pengobatan TB RO. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas terapi, ROTD, dan faktor yang memengaruhi efektivitas terapi dan ROTD pada pasien tersebut. Penelitian observasional yang bersifat retrospektif case series ini dilakukan di RSUP Dr. Sardjito, RSUD Sleman, RS Respira, dan RS PKU Muhammadiyah Gamping. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dari total 65 subyek, diperoleh nilai efektivitas terapi sebanyak 31 pasien (47,7%%). Semua pasien mengalami ROTD (100%). ROTD terbanyak adalah gangguan saluran pencernaan (19,9%) dan yang paling sedikit adalah gangguan endokrin (1,4%). Berdasarkan derajat keparahan, ROTD yang ditemukan paling banyak derajat 1 (60,1%), diikuti derajat 3 (26,1%) dan terakhir derajat 2 (13,8%). Faktor yang memengaruhi efektivitas terapi yaitu pekerjaan dan kepatuhan. Namun tidak ada hubungan antara faktor demografi dan klinis pasien dengan kejadian ROTD pada pasien TB RO. Kejadian ROTD derajat 2 dan 3 dipengaruhi oleh jarak ke RS dan kepatuhan pasien. Terdapat hubungan antara riwayat pengobatan TB dengan kejadian ROTD gangguan jantung dan terapat hubungan antara kepatuhan dengan kejadian ROTD gangguan jantung dan gangguan otot dan tulang. Meskipun demikian, temuan penelitian ini yang menyebutkan bahwa kepatuhan meningkatkan risiko ROTD pada beberapa organ, namun kepatuhan juga meningkatkan efektivitas terapi hingga 9,231 kali.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/51641
    Collections
    • Master of Pharmacy [32]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV