• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Beban Kerja Operator Sebagai Acuan untuk mengetahui Jumlah Pekerja yang Sesuai di Bagian Kargo dan Logistik (Studi Kasus: PT. Angkasa Pura Logistik, Yogyakarta Internasional Airport)

    Thumbnail
    View/Open
    20522019.pdf (5.241Mb)
    Date
    2024
    Author
    Firdaus, Muhamad Vito Husain Ahlul
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    PT. Angkasa Pura Logistik (APLog) merupakan sebuah anak usaha dari PT. Angkasa Pura 1 yang bergerak dalam bidang logistik, yang terkhusus di sektor penerbangan. Beban kerja operator menjadi faktor penting dalam kinerja dan kualitas dari layanan APLog di YIA. Peningkatan jumlah volume kargo menjadi salah satu faktor dalam meningkatnya beban kerja pada operator. Beban kerja yang tinggi ataupun rendah dapat berdampak negatif bagi operator maupun perusahaan.Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti menggunakan dua metode, yaitu the National Aeronautic and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX) dan Full Time Equivalent (FTE). Metode NASA-TLX merupakan sebuah metode pengukuran beban kerja mental dengan mempertimbangkan 6 dimensi pengukuran beban kerja mental, sedangkan metode FTE merupakan metode perhitungan beban kerja yang berbasiskan waktu dengan mengukur lama waktu penyelesaian pekerjaan.Hasil perhitungan beban kerja mental yang telah dilakukan dengan menggunakan metode NASA-TLX dapat disimpulkan bahwa terdapat 19 pekerja dalam kategori sangat tinggi, 7 pekerja dalam kategor tinggi, dan 1 pekerja dalam kategori agak tinggi. Sedangkan, hasil dari perhitungan dengan metode FTE didapatkan bahwa 18 pekerja masuk kedalam kategori Overload, 8 pekerja masuk kedalam kategori normal, dan 1 pekerja masuk kedalam kategori Underload.Perlu adanya penambahan jumlah pekerja dan pemerataan jobdesc pekerja, agar dapat mengurangi beban kerja operator yang mengalami Overload. Jika hasil beban kerja waktu sudah normal, namun hasil beban kerja mental masih tinggi perlu adanya perbaikan dengan pemberian penghargaan ekstrinsik maupun intrinsik.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/51620
    Collections
    • Industrial Engineering [2835]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV