Hubungan Motivasi Kerja dengan Kesejahteraan Karyawan Pada Generasi Z
Abstract
Permasalahan kesejahteraan karyawan pada generasi Z perlu menjadi perhatian.
Data menyebutkan bahwa karyawan generasi Z merasakan tidak memiliki semangat
bekerja karena banyaknya beban kerja hingga jam kerja yang melebihi waktu serta
tidak sesuainya gaji yang diterima. Permasalahan lain ada pada lingkungan kerja
yang tidak sehat serta tidak adanya pengelolaan SDM yang baik di perusahaannya.
Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara motivasi
kerja (work motivation) dengan kesejahteraan karyawan (employee well-being)
generasi Z. Pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan uji korelasi dengan alat
bantu perangkat lunak Jamovi. Untuk menguji hipotesis, peneliti melakukan
pengambilan data dengan cara menyebarkan kuesioner secara online dengan
menggunakan skala motivasi kerja milik Suseno (2019) yang mengacu pada teori
Herzberg (2001) serta skala kesejahteraan karyawan milik Zheng dkk (2015) yang
diadaptasi oleh Rahmi (2021) pada 110 responden yang menyatakan bersedia dan
sukarela untuk terlibat dalam penelitian ini. Hasil uji hipotesis menggunakan
analisis korelasi menunjukkan hasil adanya hubungan positif antara motivasi kerja
dengan kesejahteraan karyawan generasi Z dengan signifikansi p <.001 (p < 0.05)
dan koefisien korelasi sebesar 0.501. Hubungan positif dalam penelitian ini artinya
semakin tinggi motivasi kerja yang dimiliki karyawan untuk bekerja, maka semakin
tinggi pula kesejahteraan yang dimiliki karyawan dari tempat kerjanya. Hasil
penelitian juga menunjukkan adanya tingkat motivasi dan kesejahteraan karyawan
yang tinggi pada karyawan generasi Z.
Collections
- Psychology [2579]
