Show simple item record

dc.contributor.authorWijaya, Muhammad Agusta
dc.date.accessioned2024-08-30T08:14:12Z
dc.date.available2024-08-30T08:14:12Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51500
dc.description.abstractRisiko operasional melekat dalam setiap aktivitas bisnis, termasuk di UKM. Oleh karena itu, UKM perlu menerapkan manajemen risiko guna memastikan kelangsungan bisnisnya. Pawon Ayu, salah satu UKM yang mengolah daging bebek dan ayam ungkep siap saji dalam kemasan beku, menghadapi sejumlah risiko operasional seperti kesulitan memenuhi permintaan pelanggan, bahan baku yang tidak sesuai standar, pemesanan bahan baku mendadak, proses pencucian daging bebek dan ayam yang tidak memenuhi standar, kerusakan produk sebelum dikemas, dan kerusakan mesin produksi. Oleh karena itu, diperlukan manajemen risiko yang efektif untuk mengatasi potensi risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan menyediakan kerangka kerja manajemen risiko operasional untuk Pawon Ayu, guna menganalisis risiko operasional dalam proses bisnisnya dan mengembangkan strategi mitigasi risiko proaktif. Kerangka kerja ini kemudian diimplementasikan melalui serangkaian langkah, meliputi pemetaan aktivitas operasional, identifikasi risk event dan risk agent, analisis, evaluasi, dan pengembangan preventive action terhadap risk agent prioritas yang diidentifikasi, dengan memahami hubungan antara risk agent prioritas tersebut. House of Risk (HOR), Interpretive Structural Modeling (ISM) dan Analytic Network Process (ANP) digunakan sebagai metode analisisnya. Hasil penelitian ini menyajikan kerangka kerja manajemen risiko operasional yang diusulkan untuk Pawon Ayu, dan preventive action yang diprioritaskan, meliputi integrasi pelatihan, pendampingan, dan pembinaan dari pimpinan atau karyawan yang berpengalaman ke dalam aktivitas operasional sehari-hari; pengembangan sistem penghargaan dan sanksi untuk karyawan; pembentukan tim perencanaan produksi dan pengendalian bahan baku; penyusunan jadwal kerja karyawan yang seimbang; menjalin kemitraan jangka panjang yang dapat disesuaikan dengan pemasok; menyediakan area khusus untuk penyimpanan bahan baku gula dan garam; dan penerapan sistem first in first out (FIFO).en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectManajemen Risikoen_US
dc.subjectRisiko Operasionalen_US
dc.subjectHouse of Risk (HOR)en_US
dc.subjectInterpretive Structural Modeling (ISM)en_US
dc.subjectAnalytic Network Process (ANP)en_US
dc.titleUsulan Kerangka Kerja Manajemen Risiko Operasional dengan mempertimbangkan Hubungan Antara Penyebab Risiko Prioritas: Studi Kasus di Pawon Ayuen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22916011


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record