| dc.description.abstract | Sektor industri memiliki peran yang penting dan menjadi motor penggerak utama bagi
perekonomian baik tingkat nasional maupun regional. Terkonsentrasinya sektor industri
di pulau Jawa membuat industri besar dan sedang memiliki potensi dalam penyerapan
tenaga kerja. Pesatnya pertumbuhan penduduk di pulau Jawa mengakibatkan
meningkatnya angkatan kerja, sehingga dengan terpusatnya sektor industri di pulau Jawa
dan didukung dengan ketersediaan infrastruktur, sumber daya manusia yang terampil, serta
peranan administrasi yang secara efektif akan mampu menyerap tenaga kerja lebih luas dan
mengurangi tingkat pengangguran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-
faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja industri besar dan sedang di pulau
Jawa. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data yang digunakan merupakan
unbalanced data panel yang terdiri dari time series tahun 2010 – 2021 dan cross section dari enam
provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, dan DI
Yogyakarta. Alat analisis penelitian yang digunakan dengan random effect model (REM). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa variabel jumlah perusahaan, PDRB, dan Penanaman
Modal Asing (PMA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja
pada industri besar dan sedang di pulau Jawa. Sedangkan variabel upah minimum provinsi
tidak signifikan dan negatif terhadap penyerapan tenaga kerja industri besar dan sedang di
pulau Jawa. | en_US |