Perancangan Sistem Tracking Otomatis pada Panel Surya untuk Mengoptimalkan Daya Keluaran
Abstract
Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia di era modern ini.
Kebutuhan listrik manusia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan
perkembangan teknologi. Peningkatan kebutuhan listrik tersebut terjadi pula di Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi DIY. Meskipun sebenarnya pasokan
energi listrik di BMKG Stasiun Klimatologi DIY sudah tercukupi dengan adanya listrik PLN, dan
memiliki cadangan generator serta energi surya. Namun penggunaan generator sebagai cadangan
lebih banyak dibandingkan penggunaan energi listrik yang berasal dari energi surya, hal tersebut
karena daya listrik dari panel surya yang belum optimal.
Dalam upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) point 7 tentang energi
bersih serta ungkapan presiden RI Joko Widodo yang mengamanatkan agar mempercepat
pergantian energi menuju energi terbarukan. Maka dirancang sebuah alat tracking skala kecil yang
dapat memaksimalkan daya keluaran sehingga dapat mengurangi penggunaan energi tak
terbarukan di BMKG Stasiun Klimatologi DIY.
Solar Tracking Automatic Dual Axis (STADA) merupakan implementasi perancangan
sistem tracking panel surya secara otomatis secara dua sumbu. Sistem ini tersusun dari beberapa
komponen utama yaitu panel surya, sensor Light Dependent Resistor (LDR), motor servo dan
kontroler. Sistem ini dapat memaksimalkan daya keluaran panel surya sebab tracking otomatis
yang mampu mendeteksi letak matahari sehingga panel surya dapat menerima cahaya matahari
secara optimal. Sistem ini juga memiliki fitur yang menyimpan daya keluaran tersebut dalam
bentuk data ke SD Card. Selain itu, sistem ini juga telah terintegrasi Internet of Things (IoT) yang
membuat data tersebut ditampilkan secara real time pada apikasi blynk.
STADA telah melewati beberapa pengujian untuk memastikan sistem dapat berjalan
dengan baik dan mencapai hasil yang diinginkan. Pengujian tersebut meliputi pengukuran akurasi
sensor, pengujian efektifitas keluaran daya, pengukuran lama charging baterai dengan keluaran
daya yang didapatkan, dan pegnukuran terhadap daya yang mengalir ke beban. Berdasarkan
pengujian ditemukan bahwa (STADA) mampu meningkatkan daya keluaran hingga 15,34% lebih
besar dibanding panel surya statis. Dengan demikian, pengimplementasian STADA akan menjadi
solusi permasalahan yang tepat bagi pengguna atau stakeholder dalam upaya peningkatan energi
listrik.
Collections
- Electric Engineering [889]
