• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Chemical Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Chemical Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Bioetanol dari Limbah Kulit Kopi Kapasitas 30.000 Ton/tahun

    Thumbnail
    View/Open
    20521167.pdf (4.728Mb)
    Date
    2024
    Author
    Rizqi, Jhody Asharie
    Anggraini, Yanti
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Bioetanol merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang dapat ditemukan secara alami. Penggunaan energi ini mengurangi ketergantungan pada energi bahan bakar minyak sehingga menjadi solusi yang relevan untuk aspek ramah lingkungan serta pembangunan berkelanjutan. Bioetanol terbuat dari bahan berselulosa yang dilakukan proses fermentasi.Produksi bioetanol bergantung pada limbah pertanian, mempertinmbangkan potensi besar Indonesia dengan sumber daya alam yang melimpah. Tanaman berselulosa ini dapat ditemukan di limbah pertanian yang biasa dianggap sisa. Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia, menurut laporan BPS 2022 produksi kopi mencapai 794,8 ribu ton dengan terus meningkat setiap tahun. Namun, biji kopilah yang menjadi utama dalam penjualan sedangkan kulit kopi hanya menjadi limbah pertanian yang dianggap remeh. Kulit kopi memiliki kandungan serat 49% selulosa, 24,5% hemiselulosa dan 7,63% lignin dimana bisa dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam produksi bietanol. Atas dasar ini dibuat pra rancangan pabrik bioetanol berbahan dasar kulit kopi dengan kapasitas 30.000 ton/tahun. Pabrik ini dimuat menggunakan limbah kulit kopi dari perkebunan di Sumatera Selatan, karena produksi kopi di Sumatera Selatan pada tahun 2022 mencapai 212.400 ton/tahun dimana sekitar 50-60% kulit kopi dari satu buah kopi dan menjadi limbah pertanian saja. Parbrik ini direncanakan akan didirikan di Kota Palembang ditinjau dari berbagai faktornya. Tanaman kopi juga merupakan tanaman yang bisa tumbuh di semua musim, maka pabrik ini akan berproses selama 330 hari dalam 1 tahun. Proses yang dilakukan untuk mendapatkan bioetanol dari kulit kopi dilakukan proses hidrolisis menggunakan katalis asam klorida dan fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisae sebagai khamir dalam proses fermentasi. Setelah melewati berbagai proses didapatkan kemurnian bioetanol 97,5%. Sebagai penunjang berjalannya pabrik ini, digunakan air sebesar 756.292,68 kg/jam yang besrsumber dari sungai Musi dan kebutuhan listrik 1.165,58 kW dengan pengadaan dari generator berbahan solar. Parameter kelayakan pabrik menggunakan analisis ekonomi dengan modal total investasi yang terdiri dari Penanaman Modal Tetap sebesar Rp503.654.388.238 dan Modal Kerja Rp1.405.243.392.655. Total Biaya Produksi Rp7.292.662.494.944 dan Penjulanan Tahunan Rp8.400.000.000.000 sehingga dapat keuntungan sebelum pajak Rp1.107.337.505.056 dan keuntungan setelah pajak Rp775.136.253.539. Analisa kelayakan dilihat dari nilai Return On Investment (ROI) setelah pajak 15%, Pay Out Time (POT) sebelum pajak 3,33 tahun, Pay Out Time (POT) sesudah pajak 4,28 tahun, Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFRR) 30% Break Event Point (BEP) 50% dan Shut Down Point (SDP) 28%. Dari parameter tersebut dapat disimpulkan pabrik bioetanol dari kulit kopi ini layak untuk didirikan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/51374
    Collections
    • Chemical Engineering [1334]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV