Show simple item record

dc.contributor.authorArrizky, Muhamad Daffa Thareq
dc.contributor.authorAlfarij, Muhammad Raihan
dc.date.accessioned2024-08-26T03:47:16Z
dc.date.available2024-08-26T03:47:16Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51371
dc.description.abstractJumlah mahasiswa di Indonesia pada tingkat universitas mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2012, jumlah mahasiswa adalah 6,23 juta, dan pada tahun 2022 meningkat menjadi 9,32 juta. Provinsi dengan dominasi jumlah mahasiswa terbesar adalah Banten, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah. Peningkatan jumlah mahasiswa ini mengakibatkan tingginya kebutuhan tempat tinggal, menjadikan bisnis penyediaan kamar kos memiliki prospek yang tinggi. Namun, dari prospek tersebut, terdapat permasalahan utama terkait manajemen konsumsi listrik di kamar kos, penghuni kos memiliki kecenderungan untuk menggunakan berbagai perangkat elektronik pada kamar kos yang dihuninya tanpa mengetahui dan memikirkan seberapa banyak energi listrik yang telah dikonsumsi sehingga memicu terjadinya praktik pemborosan energi secara berkelanjutan. Sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut muncullah sebuah ide untuk membuat sebuah sistem monitoring konsumsi energi listrik pada kamar kos berbasis internet of things yang diberi nama Molection (Monitoring Electrical Energy Consumption). Molection memiliki dimensi sebesar 15,814 x 8,593 x 3,651 cm dan dibuat dengan menggunakan printer 3D dengan berbahan dasar PLA (Polylactid Acid). Sistem ini dirancang untuk memantau nilai kWh, tegangan, arus, daya, dan biaya beban elektronis yang bekerja dengan menggunakan sumber tegangan AC 100-240V dari PLN. Molection terdiri dari lima komponen utama yaitu Esp32, sensor PZEM-004T, layar OLED, relay dan modul Hi-link. Selain itu Molection juga dilengkapi dengan 4 buah tombol kendali yaitu reset, switch, down dan select, dan 3 buah LED yang merupakan indikator relay, konektivitas internet dan on/off sistem, serta dilengkapi dengan Molection Apps untuk monitoring secara mobile. Metode pengukuran yang digunakan pada sistem yaitu dengan membandingkan hasil pengukuran Molection dengan hasil pengukuran yang diperoleh alat ukur elektronis dengan tujuan untuk memperoleh nilai persentase kesalahan, persentase akurasi dan RMSE. Molection memiliki akurasi pengukuran kWh sebesar 98,63%, pengukuran nilai tegangan sebesar 99,68%, pengukuran nilai arus sebesar 99,7%, pengukuran nilai daya sebesar 99,27% dan pengukuran biaya beban elektronis sebesar 99,44%. Hal ini menunjukkan bahwa Molection dapat diandalkan dalam memberikan data yang akurat terkait konsumsi listrik dan performa sistem listrik secara umum.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titleMolection : Monitoring Konsumsi Energi Listrik Pada Kamar Kos Berbasis IoT dan Progressive Website Appsen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20524025
dc.Identifier.NIM20524188


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record