Molection : Monitoring Konsumsi Energi Listrik Pada Kamar Kos Berbasis IoT dan Progressive Website Apps
View/ Open
Date
2024Author
Arrizky, Muhamad Daffa Thareq
Alfarij, Muhammad Raihan
Metadata
Show full item recordAbstract
Jumlah mahasiswa di Indonesia pada tingkat universitas mengalami peningkatan setiap
tahunnya. Pada tahun 2012, jumlah mahasiswa adalah 6,23 juta, dan pada tahun 2022 meningkat
menjadi 9,32 juta. Provinsi dengan dominasi jumlah mahasiswa terbesar adalah Banten, Jawa
Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah. Peningkatan jumlah mahasiswa ini
mengakibatkan tingginya kebutuhan tempat tinggal, menjadikan bisnis penyediaan kamar kos
memiliki prospek yang tinggi. Namun, dari prospek tersebut, terdapat permasalahan utama terkait
manajemen konsumsi listrik di kamar kos, penghuni kos memiliki kecenderungan untuk
menggunakan berbagai perangkat elektronik pada kamar kos yang dihuninya tanpa mengetahui
dan memikirkan seberapa banyak energi listrik yang telah dikonsumsi sehingga memicu terjadinya
praktik pemborosan energi secara berkelanjutan. Sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut
muncullah sebuah ide untuk membuat sebuah sistem monitoring konsumsi energi listrik pada
kamar kos berbasis internet of things yang diberi nama Molection (Monitoring Electrical Energy
Consumption).
Molection memiliki dimensi sebesar 15,814 x 8,593 x 3,651 cm dan dibuat dengan
menggunakan printer 3D dengan berbahan dasar PLA (Polylactid Acid). Sistem ini dirancang
untuk memantau nilai kWh, tegangan, arus, daya, dan biaya beban elektronis yang bekerja dengan
menggunakan sumber tegangan AC 100-240V dari PLN. Molection terdiri dari lima komponen
utama yaitu Esp32, sensor PZEM-004T, layar OLED, relay dan modul Hi-link. Selain itu
Molection juga dilengkapi dengan 4 buah tombol kendali yaitu reset, switch, down dan select, dan
3 buah LED yang merupakan indikator relay, konektivitas internet dan on/off sistem, serta
dilengkapi dengan Molection Apps untuk monitoring secara mobile. Metode pengukuran yang
digunakan pada sistem yaitu dengan membandingkan hasil pengukuran Molection dengan hasil
pengukuran yang diperoleh alat ukur elektronis dengan tujuan untuk memperoleh nilai persentase
kesalahan, persentase akurasi dan RMSE.
Molection memiliki akurasi pengukuran kWh sebesar 98,63%, pengukuran nilai tegangan
sebesar 99,68%, pengukuran nilai arus sebesar 99,7%, pengukuran nilai daya sebesar 99,27% dan
pengukuran biaya beban elektronis sebesar 99,44%. Hal ini menunjukkan bahwa Molection dapat
diandalkan dalam memberikan data yang akurat terkait konsumsi listrik dan performa sistem listrik
secara umum.
Collections
- Electric Engineering [889]
