| dc.description.abstract | Fenomena kepedulian terhadap aktivitas ekonomi yang rendah emisi membuat
banyak negara melakukan elektrifikasi kendaraan sebagai langkah penurunan emisi
CO2. Pangsa penjualan mobil electric vehicle (EV) di dunia terus mengalami peningkatan
secara eksponensial yang dibarengi dengan penurunan harga rerata EV dunia. Hal
tersebut dikhawatirkan akan mengancam ekspor mobil Indonesia yang didominasi tipe
internal combustion engine (ICE). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi daya
saing kompetitif dari eskpor mobil Indonesia serta faktor-faktor yang mempengaruhi
ekspor mobil Indonesia di negara dengan pangsa EV tebesar. Variabel independen
yang digunakan adalah harga ekspor mobil Indonesia, GDP per kapita negara tujuan,
harga rata-rata EV negara tujuan, nilai revealed comparative advantages (RCA), dan dummy
free trade agreements (FTA). Variabel dependen yang digunakan adalah nilai ekspor mobil
Indonesia dengan kode HS 8703. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis
export products dynamics (EPD) dan analisis regresi unbalanced panel. Hasil penelitian
menggunakan EPD menunjukkan bahwa sebagian besar ekspor mobil Indonesia di
negara tujuan dengan pangsa EV terbesar berada di posisi yang kurang diharapkan
yaitu falling star. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa harga ekspor mobil dan
harga EV negara tujuan berpengaruh negatif signifikan. GDP per kapita dan RCA
berpengaruh positif signifikan, sedangkan dummy FTA tidak berpengaruh. | en_US |