Show simple item record

dc.contributor.authorRysinka, Chavielda Najma Zharifa
dc.date.accessioned2024-08-22T01:34:39Z
dc.date.available2024-08-22T01:34:39Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51265
dc.description.abstractLatar Belakang: Stunting pada balita adalah masalah serius karena menyebabkan kerentanan terhadap penyakit, penurunan kemampuan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia yang bisa disebabkan oleh pola makan yang buruk. Kabupaten Kepulauan Seribu, meski kaya akan hasil laut, masih mengalami masalah stunting Tujuan Penelitian: mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian stunting pada anak umur 24-60 bulan di Kabupaten Kepulauan Seribu. Metode Penelitian: Penelitian case-control pada ibu dengan anak usia 24-60 bulan pada saat pengambilan data (Mei-Juni 2024), di Puskesmas Kepulauan Seribu Utara dan Kepulauan Seribu Selatan. Sebanyak 47 kasus (TB/U ≤ -2SD) dan 68 kontrol (TB/U > -2SD) terlibat penelitian. Data yang diukur berupa tinggi badan anak, sosio-demografi, riwayat kesehatan ibu-anak, dan pola makan. Pola makan diukur menggunakan self-administered Child Feeding Questionnaire (CFQ) versi Indonesia. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan regresi logistik. Hasil: Dari 115 responden, didapatkan balita dengan pola makan buruk sebanyak 46 (40%). Hasil regresi logistik dengan menganalisis variabel sosio-demografi dan riwayat kesehatan ibu-anak didapatkan anak dengan pola makan tidak baik lebih cenderung mengalami kejadian stunting (aOR 6.24;IK 95%=1.13-25.744). Prediktor stunting yang paling kuat berturut-turut adalah riwayat sakit>3x/tahun (aOR=11.456;IK 95%=1.660-79.033), ASI non-ekslusif (aOR=10.670;IK 95%=2,470-46.098) dan riwayat imunisasi tidak lengkap (aOR=7.326;IK 95%=1.328-40.416). Adapun riwayat KEK, BBLR, pekerjaan dan pendidikan terakhir ibu, penghasilan keluarga, jarak rumah ke RSUD, dan kepemilikan JKN bukan merupakan prediktor stunting. Simpulan: Prediktor kejadian stunting pada anak umur 24-60 bulan di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu adalah riwayat sakit>3x/tahun, ASI non-ekslusif, riwayat imunisasi tidak lengkap, dan pola makan buruk.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPola Makan Anaken_US
dc.subjectStuntingen_US
dc.subjectPrediktoren_US
dc.subjectKepulauan Seribuen_US
dc.titleHubungan Pola Makan dengan Kejadian Stunting Pada Anak Umur 24-60 Bulan di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribuen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20711032


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record