• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Stunting Pada Anak Umur 24-60 Bulan di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu

    Thumbnail
    View/Open
    20711032.pdf (3.464Mb)
    Date
    2024
    Author
    Rysinka, Chavielda Najma Zharifa
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Stunting pada balita adalah masalah serius karena menyebabkan kerentanan terhadap penyakit, penurunan kemampuan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia yang bisa disebabkan oleh pola makan yang buruk. Kabupaten Kepulauan Seribu, meski kaya akan hasil laut, masih mengalami masalah stunting Tujuan Penelitian: mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian stunting pada anak umur 24-60 bulan di Kabupaten Kepulauan Seribu. Metode Penelitian: Penelitian case-control pada ibu dengan anak usia 24-60 bulan pada saat pengambilan data (Mei-Juni 2024), di Puskesmas Kepulauan Seribu Utara dan Kepulauan Seribu Selatan. Sebanyak 47 kasus (TB/U ≤ -2SD) dan 68 kontrol (TB/U > -2SD) terlibat penelitian. Data yang diukur berupa tinggi badan anak, sosio-demografi, riwayat kesehatan ibu-anak, dan pola makan. Pola makan diukur menggunakan self-administered Child Feeding Questionnaire (CFQ) versi Indonesia. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan regresi logistik. Hasil: Dari 115 responden, didapatkan balita dengan pola makan buruk sebanyak 46 (40%). Hasil regresi logistik dengan menganalisis variabel sosio-demografi dan riwayat kesehatan ibu-anak didapatkan anak dengan pola makan tidak baik lebih cenderung mengalami kejadian stunting (aOR 6.24;IK 95%=1.13-25.744). Prediktor stunting yang paling kuat berturut-turut adalah riwayat sakit>3x/tahun (aOR=11.456;IK 95%=1.660-79.033), ASI non-ekslusif (aOR=10.670;IK 95%=2,470-46.098) dan riwayat imunisasi tidak lengkap (aOR=7.326;IK 95%=1.328-40.416). Adapun riwayat KEK, BBLR, pekerjaan dan pendidikan terakhir ibu, penghasilan keluarga, jarak rumah ke RSUD, dan kepemilikan JKN bukan merupakan prediktor stunting. Simpulan: Prediktor kejadian stunting pada anak umur 24-60 bulan di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu adalah riwayat sakit>3x/tahun, ASI non-ekslusif, riwayat imunisasi tidak lengkap, dan pola makan buruk.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/51265
    Collections
    • Medical Education [2954]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV