Analisis Pola Perceraian Menggunakan Metode Algoritma Apriori dan Spade (Studi Kasus : Dokumen Putusan Perceraian di Pengadilan Agama Yogyakarta Tahun 2019 - 2022)
Abstract
Perkawinan merupakan hal esensial bagi kehidupan manusia, karena selain
sebagai sarana untuk melanjutkan keturunan, perkawinan juga merupakan bentuk
ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita. Perkawinan dilakukan
untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah (tentram,
kasih, sayang). Namun, dalam kenyataannya, banyak terjadi perceraian dengan
berbagai alasan. Perceraian merupakan jalan terakhir bagi suami istri apabila ada
permasalahan rumah tangga yang sudah tidak ada jalan keluarnya. Walaupun
perceraian dapat menjadi solusi untuk mengatasi konflik rumah tangga yang tidak
bisa lagi diselesaikan secara damai, perceraian sebenarnya bisa membawa dampak
negatif terhadap stabilitas ekonomi keluarga, hubungan sosial dengan keluarga dan
masyarakat, serta dapat merusak hubungan antara keluarga suami dan istri. Untuk
dapat meminimalisir perceraian dengan efektif maka perlu mengetahui pola-pola
yang berpotensi menyebabkan perceraian. Metode yang digunakan adalah
algoritma Apriori dan SPADE. Hasil asosiasi menggunakan Apriori dengan minSup
0.2 dan minCof 0.8 diperoleh sebanyak 18 rules dan hasil pola urutan alasan
perceraian menggunakan SPADE dengan minSup 0.1 dan minCof 0.8 diperoleh
sebanyak 9 rules. Dari hasil analisis ini langkah-langkah proaktif dalam berbagai
bidang seperti pendidikan, intervensi, dan dukungan dapat membantu pasangan
mengelola dan menyelesaikan konflik dengan lebih efektif.
Collections
- Statistics [1327]
