Show simple item record

dc.contributor.authorNoorhadi, Delfindra Faiz
dc.date.accessioned2024-08-15T02:30:36Z
dc.date.available2024-08-15T02:30:36Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51218
dc.description.abstractStunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak memadai dalam waktu yang lama, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Dalam menentukan apakah seorang anak mengalami stunting cukup sulit, karena terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya, sehingga dapat membuat diagnosis menjadi tidak akurat dan mengakibatkan penanganan yang tidak tepat. Stunting di Indonesia merupakan ancaman serius yang dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia, sehingga memerlukan penanganan yang tepat. Pengukuran antropometri yang kurang akurat sering kali berdampak pada pelaporan yang tidak tepat dan penentuan kebijakan yang kurang efektif. Selain itu, belum ada pemetaan sebaran status gizi dan faktor determinan di setiap wilayah, yang mengakibatkan penanganan menjadi kurang efisien, permasalahan lainnya adalah belum ada pemetaan kondisi status gizi per wilayah sehingga untuk penanganan di suatu wilayah menjadi kurang efisien. Sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, dibangun Sistem Intervensi Stunting dan Pemetaan Sebaran Status Gizi yang memudahkan petugas kesehatan dalam mengambil keputusan terkait intervensi yang tepat pada anak dan mengidentifikasi wilayah prioritas yang memerlukan peningkatan upaya intervensi. Metode yang diterapkan pada penelitian ini adalah Rule-based Reasoning yang mana output penelitian ini adalah status gizi anak dan intervensi yang diberikan, selanjutnya status gizi tersebut dipetakan menjadi per wilayah. Pengujian sistem dilakukan oleh Ka. Sub koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi dan Petugas Kesehatan bidang kesehatan masyarakat di Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten. Akurasi pengujian dalam mendeteksi stunting mencatatkan nilai 0,88 pada BB/PB (berat badan per panjang badan), yang berada dalam kisaran 0,8 hingga 0,9, menunjukkan kinerja yang baik. Pada BB/U, akurasi tercatat sebesar 0,92 dalam kisaran 0,9 hingga 1,0, mengindikasikan kinerja yang sangat baik. Sementara pada TB/U (tinggi badan per umur), sistem mencapai akurasi sebesar 0,96 dalam kisaran 0,9 hingga 1,0, juga mengindikasikan kinerja yang sangat baik. Sementara itu, dalam pengujian user acceptance dengan kuesioner yang diisi oleh responden, skor keseluruhan mencapai 89,8%, mengindikasikan bahwa sistem ini diterima dengan baik oleh pengguna.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectRule-based Reasoningen_US
dc.subjectStatus Gizien_US
dc.subjectStuntingen_US
dc.titleSistem Intervensi Pencegahan Stunting dan Pemetaan Sebaran Status Gizien_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20523019


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record