Sistem Intervensi Pencegahan Stunting dan Pemetaan Sebaran Status Gizi
Abstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak
memadai dalam waktu yang lama, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Dalam
menentukan apakah seorang anak mengalami stunting cukup sulit, karena terdapat beberapa
faktor yang mempengaruhinya, sehingga dapat membuat diagnosis menjadi tidak akurat dan
mengakibatkan penanganan yang tidak tepat. Stunting di Indonesia merupakan ancaman serius
yang dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia, sehingga memerlukan penanganan
yang tepat. Pengukuran antropometri yang kurang akurat sering kali berdampak pada pelaporan
yang tidak tepat dan penentuan kebijakan yang kurang efektif. Selain itu, belum ada pemetaan
sebaran status gizi dan faktor determinan di setiap wilayah, yang mengakibatkan penanganan
menjadi kurang efisien, permasalahan lainnya adalah belum ada pemetaan kondisi status gizi
per wilayah sehingga untuk penanganan di suatu wilayah menjadi kurang efisien.
Sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, dibangun Sistem Intervensi Stunting dan
Pemetaan Sebaran Status Gizi yang memudahkan petugas kesehatan dalam mengambil
keputusan terkait intervensi yang tepat pada anak dan mengidentifikasi wilayah prioritas yang
memerlukan peningkatan upaya intervensi. Metode yang diterapkan pada penelitian ini adalah
Rule-based Reasoning yang mana output penelitian ini adalah status gizi anak dan intervensi
yang diberikan, selanjutnya status gizi tersebut dipetakan menjadi per wilayah.
Pengujian sistem dilakukan oleh Ka. Sub koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi dan
Petugas Kesehatan bidang kesehatan masyarakat di Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten.
Akurasi pengujian dalam mendeteksi stunting mencatatkan nilai 0,88 pada BB/PB (berat badan
per panjang badan), yang berada dalam kisaran 0,8 hingga 0,9, menunjukkan kinerja yang baik.
Pada BB/U, akurasi tercatat sebesar 0,92 dalam kisaran 0,9 hingga 1,0, mengindikasikan
kinerja yang sangat baik. Sementara pada TB/U (tinggi badan per umur), sistem mencapai
akurasi sebesar 0,96 dalam kisaran 0,9 hingga 1,0, juga mengindikasikan kinerja yang sangat
baik. Sementara itu, dalam pengujian user acceptance dengan kuesioner yang diisi oleh
responden, skor keseluruhan mencapai 89,8%, mengindikasikan bahwa sistem ini diterima
dengan baik oleh pengguna.
Collections
- Informatics Engineering [2510]
