| dc.description.abstract | Latar belakang: Pencampuran daging ayam dan sapi pada berbagai produk olahan
makanan marak terjadi di pasaran. Hal tersebut dilakukan oleh produsen untuk
mendapatkan keuntungan lebih banyak. Validasi metode harus dilakukan untuk
memastikan autentikasi makanan dengan metode PCR-spesifik primer 12S rRNA,
sehingga penelitian yang dilakukan dapat dibuktikan keabsahannya.
Tujuan: Untuk mengetahui sensitivitas dan spesifisitas metode PCR-specific primer
dalam mendeteksi daging ayam.
Metode: Desain spesifik dan uji kualitas menggunakan Primer-Blast dan
Oligoanalyzer. Preparasi dan isolasi daging ayam menggunakan protokol Favorprep
Food DNA Extraction Kit. Hasil isolasi DNA diukur berdasarkan nilai konsentrasi dan
kemurnian DNA untuk mengetahui kadar DNA. Pengecekan spesifisitas primer dengan
kontrol ayam, babi, sapi, dan NTC (No Tamplate Control) serta pengenceran bertingkat
konsentrasi primer untuk pengecekan sensitivitas berdasarkan visualisasi elektroforesis
gel agarosa.
Hasil: Desain primer didapatkan forward: CCACCGCGGTCATACAAGAA dan
reverse: TTGGGTCCTAGCTTTCGTGG dan hasil konsentrasi DNA 367,92 ng/uL dan
kemurnian DNA 1,90. Kondisi optimasi PCR yang digunakan, yaitu pra-denaturasi
98o
C selama 3 menit, denaturasi 98o
C selama 45 detik, annealing 62,4o
C selama 45
detik, extension suhu 72o
C selama 30 detik dan post-extension 72o
C selama 3 menit
dengan komposisi primer 20 pmol. Hasil uji spesifisitas primer 12s rRNA menunjukan
primer spesifik pada daging ayam dan tidak membentuk pita pada DNA sapi, babi, dan
NTC serta hasil limit deteksi yang dapat dideteksi primer hingga kadar 36,792 x 10-11
ng/μL.
Kesimpulan: Metode PCR yang digunakan secara spesifik mendeteksi DNA ayam
pada sampel daging segar. Bagaimana pun, metode ini perlu diujikan pada sampel
berupa produk olahan. Metode yang didapatkan spesifik dan terdeteksi pada kadar
terendah, yaitu 36,792 x 10-11 ng/μL. | en_US |