Show simple item record

dc.contributor.authorMuallifi, Muhammad Ircham
dc.date.accessioned2024-08-14T02:53:45Z
dc.date.available2024-08-14T02:53:45Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51147
dc.description.abstractKekeringan terus terjadi di Indonesia, dan merupakan salah satu bencana terkait perubahan iklim yang berdampak besar pada pertanian dan ketahanan pangan. Tidak hanya kekeringan, banjir juga sangat mempengaruhi terjadinya kegagalan panen, khususnya di Kabupaten Sumenep yang cukup sering terjadi hujan. Oleh karena itu salah satu upaya pemerintah untuk meminimalisir kerugian dari kegagalan panen dengan melakukan program asuransi pertanian. Sistem asuransi pertanian menggunakan indeks iklim yang berbasis curah hujan menerapkan pertanggungan bukan pada tanaman melainkan pada indeks curah hujannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai premi yang harus dibayar oleh petani yang menggunakan metode Black-Scholes dengan simulasi Monte Carlo sebagai acuan pembanding. Sedangkan untuk memprediksi indeks curah hujan menggunakan metode Historical Burn Analysis. Hasil penelitian ini mendapatkan beragam trigger value dan exit value serta besarnya premi yang harus dibayarkan oleh petani pada setiap musim tanam. Nilai trigger mewakili nilai minimum batas pembayaran. Nilai exit mewakili batas maksimum tanpa pembayaran. Dalam penelitian ini, perhitungan premi asuransi pertanian berdasarkan indeks curah hujan dilakukan menggunakan metode Historical Burn Analysis, metode Black-Scholes, dan metode Monte Carlo di Kabupaten Sumenep. Hasil menunjukkan bahwa premi asuransi pertanian meningkat seiring dengan peningkatan nilai Trigger curah hujan, dan sebaliknya. Rentang premi asuransi pertanian berkisar antara Rp 239.908 dan Rp 413.422 untuk data curah hujan yang disimulasikan, dan premi berkisar antara Ro 333.042 hingga Rp 431.218. Curah hujan yang tinggi meningkatkan kemungkinan terjadinya banjir. Banjir dapat menyebabkan kerusakan besar pada properti, infrastruktur, dan kendaraan. Asuransi yang mencakup risiko banjir akan menetapkan premi lebih tinggi di daerah yang sering mengalami curah hujan tinggi karena kemungkinan klaim yang lebih besar. Secara keseluruhan, premi asuransi disesuaikan berdasarkan tingkat risiko.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAsuransi Pertanianen_US
dc.subjectHistorical Burn Analysisen_US
dc.subjectSimulasi Monte Carloen_US
dc.titleKomparasi Premi Asuransi Pertanian Berbasis Indeks Curah Hujan menggunakan Metode Black Scholes dan Simulasi Monte Carlo (Studi Kasus: Curah Hujan Harian di Kabupaten Sumenep Tahun 2018 - 2022)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20611193


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record