Prarancangan Pabrik Tetrahydrofuran dari 1,4-butanediol Kapasitas 90.000 Ton/tahun
Abstract
Pendirian pabrik tetrahydrofuran dengan kapasitas 90.000 ton/tahun bertujuan
untuk memenuhi kebutuhan pada industri polimer sintesis seperti cat, pernis,
perekat serta digunakan sebagai bahan pelarut kimia sehingga dapat mengurangi
kegiatan impor dan membangun pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Pabik ini
didirikan di daerah kawasan industri Gresik dengan 168 karyawan yanng
dipekerjakan. Tetrahydrofuran diproduksi dengan bahan baku 1,4-butanediol
dengan katalis zeolite ZSM-5 dilakukan proses dehidrasi pada kondisi operasi suhu
150 ̊C dan tekanan 20 atm dengan konversi sebesar 93,8% pada reaktor tangki
berpengaduk menggunakan sistem batch dalam waktu reaksi tiga jam. Reaksi
berlangsung dalam fasa cair secara isothermal adiabatis dan endotermis. Output
dari reaksi dalam reaktor berupa fasa cair yang masih bercampur dengan padatan
katalis. Kemudian padatan tersebut di pisahkan dan disesuaikan kondisi operasinya
sehingga dapat di recycle pada unit pengolahan lanjut katalis. Sedangkan output
fasa cair dilakukan pemurnian menggunakan Menara Distilasi (MD-01) untuk
memisahkan produk tetrahydrofuran dengan kemurnian 99% dan produk samping
berupa campuran tetrahydrofuran, 1,4-butanediol dan air. Produk atas Menara
Distilasi (MD-01) berupa tetrahydrofuran disimpan dalam tangki produk
sedangkan produk bawah dimurnikan kembali menggunakan Evaporator (E-01)
untuk menghasilkan 99% 1,4-butanediol dan 1% air yang nantinya dapat digunakan
kembali sebagai bahan baku sedangkan produk samping akan disimpan di UPL (T-
03). Bahan baku 1,4-butanediol yang dibutuhkan sebanyak 15.143,44 kg/jam
dengan zeolite ZSM-5 sebanyak 40,20 kg/jam untuk menghasilkan kapasitas
tetrahydrofuran 90.000 ton/tahunnya. Kebutuhan utilitas air pabrik ini sebanyak
162.743,2 kg/jam dengan perincian penggunaan Cooling Water: 8.666,3; Steam
Water: 126.954,8; Air Domestik: 21.422,1: dan Air Service 5.700 (semua dalam
satuan kg/jam). Berdasarkan evaluasi ekonomi pendirian pabrik tertrahydrofuran
didapatkan hasil Return of Investment (ROI) sebelum pajak 20,8%, Return of
Investment sesudah pajak 14,56%, Pay Out Time (POT) sebelum pajak 3,34 tahun,
Pay Out Time (POT) sesudah pajak 4,21 tahun, Break Even Point (BEP) 51%, Shut
Down Point (SDP) 24,1%, dan Discounted Cash Flow Rate of Return (DFCR)
18,02%. Prarancangan pabrik tetrahydrofuran dari 1,4-butanediol dengan kapasitas
90.000 ton/tahun tergolong sebagai pabrik beresiko rendah berdasarkan tinjauan
proses, kondisi operasi, sifat bahan baku dan produk, serta asal bahan baku.
Berdasarkan ekonomi pabrik ini layak didirikan dan memiliki potensi yang cukup
baik untuk dikembangkan.
Collections
- Chemical Engineering [1334]
