Evaluasi Faktor Keberhasilan dan Kegagalan Sistem Informasi Posyandu Kesehatan Ibu dan Anak Menggunakan Model HOT FIT dan Analisis Kualitatif dengan Fishbone Diagram
Abstract
Sistem informasi posyandu (SIP) telah diterapkan di beberapa posyandu dengan hasil yang
bervariasi. Beberapa berhasil, sementara lainnya gagal. Keberhasilan dan kegagalan ini
dipengaruhi oleh berbagai faktor. Mengetahui faktor-faktor ini penting untuk membantu
pengambilan keputusan dalam penerapan SIP. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi
faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan SIP kesehatan ibu dan anak
dengan model HOT-Fit (Human, Organization, Technology, dan Fit). Selain menggunakan
model HOT-Fit, penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitiatif dengan fishbone
diagram untuk memetakan faktor-faktor kegagalan implementasi sistem. Penelitian diawali
dengan penelitian pendahuluan untuk mengidentifikasi masalah, menentukan variabel, dan
mengumpulkan data. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif.
Pendekatan kuantitatif digunakan di lokasi yang berhasil menerapkan SIP dengan kuesioner
sebagai instrumen pengumpulan data. Pendekatan kualitatif digunakan di lokasi yang gagal
menerapkan SIP dengan wawancara langsung sebagai teknik pengumpulan data.
Berdasarkan hasil penelitian, faktor keberhasilan didukung oleh faktor manusia (kepuasan
pengguna dan penggunaan sistem) dan faktor teknologi (kualitas informasi dan layanan).
Sebaliknya, kegagalan lebih banyak disebabkan oleh faktor teknologi, seperti kualitas sistem
dan informasi yang buruk. Faktor lain yang menjadi kegagalan implementasi adalah
kurangnya motivasi kader menggunakan sistem dan kurangnya komunikasi antara pengguna
dan pengembang sistem. Penelitian ini memiliki keterbatasan dalam pengumpulan data
kualitatif yang dilakukan cukup lama setelah pelaksanaan di posyandu Bimomartani. Oleh
karena itu, diperlukan logbook implementasi SIP yang teratur dan lengkap. Penelitian lebih
lanjut diperlukan untuk mengembangkan strategi implementasi SIP yang sesuai dengan
kondisi setempat, dengan mempertimbangkan faktor teknologi, manusia, dan organisasi.
Strategi yang disarankan mencakup dukungan kepemimpinan, kesiapan dan kolaborasi,
dukungan anggota tim, serta pengetahuan teknis dan keterampilan anggota tim.
Collections
- Master of Informatics [372]
