| dc.description.abstract | Emerging adulthood merupakan tahapan hidup yang menekankan pada eksplorasi
mandiri sehingga dipenuhi ketidakstabilan dan ketegangan akibat dari perubahan
aspek kehidupan salah satunya belajar untuk hidup mandiri. Karena itu, individu
emerging adulthood perlu membangun kariernya agar mampu memenuhi
kebutuhan hidup. Dalam menjalani karier, individu emerging adulthood perlu
memiliki kemampuan untuk menghadapi perubahan dan tantangan dalam karier
yang disebut sebagai adaptabilitas karier. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui apakah terdapat hubungan antara makna hidup dengan adaptabilitas
karier pada emerging adulthood. Penelitian ini melibatkan 203 responden laki-laki
dan perempuan dengan rentang usia 18-29 tahun, sudah bekerja atau belum,
minimal berpendidikan SMA/sederajat, pernah melakukan usaha pengembangan
karier seperti mengikuti pelatihan, organisasi, atau belajar secara otodidak, dan
sedang menekuni karier atau sedang menjalankan rencana karier. Skala yang
digunakan dalam penelitian ini adalah Career Adapt-Abilities Scale (CAAS) dari
Savickas dan Porfeli (2012) yang diadaptasi oleh Sulistiani, dkk. (2018) dan
Meaning in Life Questionnaire (MLQ) dari Steger, dkk. (2006) yang diadaptasi
oleh Rosyad, dkk. (2019). Metode analisis data yang digunakan adalah
Spearman’s rho dengan bantuan SPSS Statistics 26. Hasil dari penelitian ini
menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara makna hidup dan adaptabilitas
karier pada emerging adulthood yang terlibat dalam penelitian ini (r = 0,558 dan p
= 0,000). Makna hidup memiliki kontribusi sebesar 28,2% terhadap adaptabilitas
karier pada emerging adulthood dalam penelitian ini. | en_US |