Show simple item record

dc.contributor.authorMustofa, Ade Fikry
dc.date.accessioned2024-08-08T03:53:23Z
dc.date.available2024-08-08T03:53:23Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51017
dc.description.abstractUsaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia, namun menghadapi tantangan signifikan dalam akses pasar, modal, teknologi, serta sertifikasi halal. Sertifikasi halal penting untuk memenuhi permintaan konsumen Muslim dan meningkatkan daya saing di pasar global. Pemerintah Indonesia telah mengimplementasikan UU No. 33 Tahun 2014 yang mewajibkan UMKM bersertifikat halal pada tahun 2024. Namun, kurangnya kesadaran dan keterbatasan sumber daya menjadi hambatan utama bagi UMKM. Penelitian ini menggunakan metode K-Means Clustering untuk mengidentifikasi pola karakteristik UMKM terkait kesiapan mereka dalam memperoleh sertifikasi halal. Adapun variabel yang digunakan pada penelitian ini untuk mengetahui karakteristik masing-masing clusternya terdapat demografi, pengetahuan, kesadaran, sikap, dan kemampuan teknologi dalam membantu UMKM mengadopsi sertifikasi halal. Kemudian dari kuesioner yang telah disebar kepada UMKM yang berada di kawasan Yogyakarta diperoleh data sebanyak 106 data dan dihasilkan proporsi cluster yang terbentuk adalah cluster 1 sebanyak 10%, cluster 2 sebanyak 28%, cluster 3 sebanyak 39%, dan cluster 4 sebanyak 23%. Hasil dari penelitian ini didapatkan cluster 1 hingga 4 berturut-turut memiliki karakteristik yaitu Indifferent Bystanders, Proactive Adopters, Curious Learners, dan Passive Aware. Kemudian strategi pengembangan UMKM berbasis sertifikasi halal berdasarkan karakteristik masing-masing cluster yaitu, Cluster 1 (Indifferent Bystanders) memerlukan edukasi dasar, insentif finansial, dan pendampingan langsung. Cluster 2 (Proactive Adopters) butuh pelatihan lanjutan, kampanye publik, program penghargaan, dan pelatihan teknologi. Cluster 3 (Curious Learners) membutuhkan informasi terstruktur, pelatihan, pendampingan, mentorship, dan platform kolaborasi online. Cluster 4 (Passive Aware) memerlukan sosialisasi intensif, pelatihan dasar, pendampingan, insentif biaya, dan teknologi dasar.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectUMKMen_US
dc.subjectSetifikasi Halalen_US
dc.subjectClusteringen_US
dc.subjectK-Meansen_US
dc.titleStrategi Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Berbasis Kesiapan Sertifikasi Halal dengan mengidentifikasi Karakteristik Pelaku UMKM menggunakan K-Means Clusteringen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20522282


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record