| dc.description.abstract | Pendidikan merupakan isu yang penting dan memiliki urgensi yang tinggi
dalam konteks pembangunan berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta danberhubungan dengan pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Salahsatufaktor pendorong pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah adanyainstitusi pendidikan yang berfungsi sebagai sarana untuk memberikan pengajarandan mengembangkan kemampuan individu untuk menciptakan sumber dayamanusia yang berkualitas serta memiliki integritas dan kejujuran. Tujuanpendidikan tidak akan terwujud apabila masih terdapat perilaku kecuranganakademik dalam institusi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh indikator Fraud Hexagon terhadap perilaku kecurangan akademik. Penelitian ini juga menguji pengaruh gender dan prokrastinasi sebagai variabel
moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitati dengan analisisdeskriptif. Metode yang digunakan convinience sampling dengan objek penelitianadalah seluruh mahasiswa Perguruan Tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sumber data berasal dari responden melalui kuesioner secara offline maupunonline. Alat analisisnya menggunakan SmartPLS 4.0. Temuan menunjukkanbahwa kesempatan, kemampuan, tekanan, kolusi dan penggunaan teknologi
informasi mempengaruhi perilaku kecurangan akademik mahasiswa di DaerahIstimewa Yogyakarta. Rasionalisasi dan arogansi tidak berpengaruh terhadapperilaku kecurangan akademik. Adapun faktor lain yang mempengaruhi perilakukecurangan akademik seperti gender. Prokrastinasi tidak menjadi faktor yangmenguatkan maupun melemahkan dari setiap hubungan. | en_US |