Show simple item record

dc.contributor.authorNovrido, Dwiky Heksa
dc.date.accessioned2024-08-07T05:43:29Z
dc.date.available2024-08-07T05:43:29Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/50986
dc.description.abstractCV. Mitra Karya Utama merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi peleburan logam khususnya pada material ferro casting menggunakan teknik pengecoran logam. Hasil produksi CV. Mitra Karya Utama yaitu berupa spare part mesin molen semen, scaffolding, dan pully mesin, dengan sistem produksi make to stock. Dari tahun ke tahun peluang dan tantangan dihadapi industri pengecoran logam menjadi semakin kompleks, sehingga penting untuk dilakukan pengembangan strategi guna menjaga kolaborasi yang terintegrasi dengan baik diantara pihak-pihak yang terkait untuk mencapai tujuan bersama. Salah satu tantangan yang dialami industri pengecoran logam termasuk CV. Mitra Karya Utama yaitu kesulitan pengadaan bahan baku akibat demand dan supply yang tidak seimbang. Permasalahan ini dialami CV MKU diakibatkan dalam proses pengelolaan dan pengadaan bahan baku masih dilakukan dengan sederhana yaitu ketika terdapat permintaan untuk melakukan produksi, perusahaan baru akan melakukan proses pengadaan bahan baku, hal ini memberikan dampak pemasok tidak dapat memenuhi permintaan yang mendadak tanpa ada perencanaan permintaan. Permasalahan ini berkaitan erat dengan proses rantai pasok perusahaan dengan aspek reliability. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran kinerja supply chain menggunakan SCOR 14.0 (SCOR DS) Racetrack yang bertujuan menyelesaikan permasalahan ini secara sistematis. Atribut yang digunakan pada penelitian ini yaitu reliability, dengan tahapan penelitian yaitu engage, define, analyze, plan, dan launch. Pengukuran kinerja dimulai dari metriks level-2 dan dilanjutkan metriks level-3. Hasilnya terdapat satu metriks yang tidak sesuai target 100% yaitu RL.2.5 Percentage of Orders Delivered in Full from the Supplier sebesar 80,55%. Pada metriks level-3 terdapat 1 metriks memiliki gaps yaitu RL.3.14 Delivery Quantity Accuracy from the Supplier. Dari hasil pengukuran tersebut perusahaan diberikan usulan perbaikan yang mengacu pada best practice yang ada pada SCOR guide yaitu BP.007 Baseline Inventory Monitoring dan BP.101 Purchasing and Procurement dengan ABC Inventory Management dan Forecasting.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSupply Chain Management (SCM)en_US
dc.subjectPengukuran Kinerja Rantai Pasoken_US
dc.subjectSCOR 14.0en_US
dc.subjectSCOR DS Racetracken_US
dc.subjectReliabilityen_US
dc.titleAnalisis dan Usulan Perbaikan Kinerja Reliability pada Perusahaan Pengecoran Logam CV. Mitra Karya Utama dengan Metode Supply Chain Operations Reference Digital Standard Racetracken_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20522102


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record