Analisis dan Usulan Perbaikan Kinerja Reliability pada Perusahaan Pengecoran Logam CV. Mitra Karya Utama dengan Metode Supply Chain Operations Reference Digital Standard Racetrack
Abstract
CV. Mitra Karya Utama merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi peleburan logam
khususnya pada material ferro casting menggunakan teknik pengecoran logam. Hasil produksi
CV. Mitra Karya Utama yaitu berupa spare part mesin molen semen, scaffolding, dan pully
mesin, dengan sistem produksi make to stock. Dari tahun ke tahun peluang dan tantangan
dihadapi industri pengecoran logam menjadi semakin kompleks, sehingga penting untuk
dilakukan pengembangan strategi guna menjaga kolaborasi yang terintegrasi dengan baik
diantara pihak-pihak yang terkait untuk mencapai tujuan bersama. Salah satu tantangan yang
dialami industri pengecoran logam termasuk CV. Mitra Karya Utama yaitu kesulitan pengadaan
bahan baku akibat demand dan supply yang tidak seimbang. Permasalahan ini dialami CV MKU
diakibatkan dalam proses pengelolaan dan pengadaan bahan baku masih dilakukan dengan
sederhana yaitu ketika terdapat permintaan untuk melakukan produksi, perusahaan baru akan
melakukan proses pengadaan bahan baku, hal ini memberikan dampak pemasok tidak dapat
memenuhi permintaan yang mendadak tanpa ada perencanaan permintaan. Permasalahan ini
berkaitan erat dengan proses rantai pasok perusahaan dengan aspek reliability. Untuk itu perlu
dilakukan pengukuran kinerja supply chain menggunakan SCOR 14.0 (SCOR DS) Racetrack
yang bertujuan menyelesaikan permasalahan ini secara sistematis. Atribut yang digunakan pada
penelitian ini yaitu reliability, dengan tahapan penelitian yaitu engage, define, analyze, plan,
dan launch. Pengukuran kinerja dimulai dari metriks level-2 dan dilanjutkan metriks level-3.
Hasilnya terdapat satu metriks yang tidak sesuai target 100% yaitu RL.2.5 Percentage of Orders
Delivered in Full from the Supplier sebesar 80,55%. Pada metriks level-3 terdapat 1 metriks
memiliki gaps yaitu RL.3.14 Delivery Quantity Accuracy from the Supplier. Dari hasil
pengukuran tersebut perusahaan diberikan usulan perbaikan yang mengacu pada best practice
yang ada pada SCOR guide yaitu BP.007 Baseline Inventory Monitoring dan BP.101
Purchasing and Procurement dengan ABC Inventory Management dan Forecasting.
Collections
- Industrial Engineering [2835]
