Show simple item record

dc.contributor.authorFirdaus, Azhar
dc.date.accessioned2024-08-07T05:25:55Z
dc.date.available2024-08-07T05:25:55Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/50981
dc.description.abstractLatar Belakang: Di Indonesia, berdasarkan data dari Riskesdas 2018 dan WHO 2016, hanya 16,8% remaja yang memenuhi rekomendasi aktivitas fisik dan hanya 14% remaja yang memenuhi rekomendasi minimal konsumsi sayur dan buah, padahal sayur dan buah menjadi sumber magnesium dalam makanan sehari-hari. Pola makan rendah sayur menyebabkan asupan magnesium tidak terpenuhi dan dapat menyebabkan defisiensi magnesium. Aktivitas fisik dan magnesium penting dalam pertubuhan badan. Bila aktivitas fisik dan asupan magnesium tidak terpenuhi maka dapat mengganggu pertumbuhan. Berdasarkan masalah tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara asupan magnesium dan aktivitas fisik terhadap indeks massa tubuh pada siswa kelas 9 SMPN 1 Banjarnegara, yang mana pada populasi tersebut masalah indeks massa tubuh terjadi pada 40% siswa. Tujuan Penelitian: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara asupan magnesium dan aktivitas fisik terhadap indeks massa tubuh pada siswa kelas 9 SMPN 1 Banjarnegara. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dan menggunakan desain penelitian observasi cross sectional. Data yang digunakan merupakan data primer yang diambil oleh peneliti. Data yang diambil yaitu asupan magnesium dengan kuesioner food recall 24 jam, tingkat aktivitas fisik dengan kuesioner GPAQ dan tinggi dan berat badan. Analisis data menggunakan SPSS 23 dengan metode uji regresi logistik ordinal. Hasil: Pada penelitian ini, dari total 132 subjek penelitian, sebanyak 23 atau 17,4% subjek memiliki IMT kurang dan 16 atau 12,1% subjek memiliki IMT lebih. Hasil analisis menunjukkan MET rendah cenderung untuk memiliki IMT rendah dibandingkan dengan subjek dengan MET tinggi dan subjek dengan MET sedang cenderung untuk memiliki IMT lebih dibandingkan dengan subjek dengan MET tinggi. Asupan Mg kurang dan cukup cenderung untuk memiliki IMT kurang dibandingkan dengan subjek dengan asupan Mg lebih. Simpulan: Meskipun terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan asupan magnesium terhadap IMT, hubungan tersebut tidak signifikan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAsupan Magnesiumen_US
dc.subjectAktivitas Fisiken_US
dc.subjectIndeks Massa Tubuhen_US
dc.titleHubungan Asupan Magnesium dan Aktivitas Fisik Terhadap Indeks Massa Tubuh Pada Siswa Kelas 9 SMPN 1 Banjarnegaraen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18711080


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record