Hubungan Asupan Magnesium dan Aktivitas Fisik Terhadap Indeks Massa Tubuh Pada Siswa Kelas 9 SMPN 1 Banjarnegara
Abstract
Latar Belakang: Di Indonesia, berdasarkan data dari Riskesdas 2018 dan WHO
2016, hanya 16,8% remaja yang memenuhi rekomendasi aktivitas fisik dan hanya
14% remaja yang memenuhi rekomendasi minimal konsumsi sayur dan buah,
padahal sayur dan buah menjadi sumber magnesium dalam makanan sehari-hari.
Pola makan rendah sayur menyebabkan asupan magnesium tidak terpenuhi dan
dapat menyebabkan defisiensi magnesium. Aktivitas fisik dan magnesium penting
dalam pertubuhan badan. Bila aktivitas fisik dan asupan magnesium tidak
terpenuhi maka dapat mengganggu pertumbuhan. Berdasarkan masalah tersebut,
penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara
asupan magnesium dan aktivitas fisik terhadap indeks massa tubuh pada siswa
kelas 9 SMPN 1 Banjarnegara, yang mana pada populasi tersebut masalah indeks
massa tubuh terjadi pada 40% siswa.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat
hubungan antara asupan magnesium dan aktivitas fisik terhadap indeks massa
tubuh pada siswa kelas 9 SMPN 1 Banjarnegara.
Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dan
menggunakan desain penelitian observasi cross sectional. Data yang digunakan
merupakan data primer yang diambil oleh peneliti. Data yang diambil yaitu asupan
magnesium dengan kuesioner food recall 24 jam, tingkat aktivitas fisik dengan
kuesioner GPAQ dan tinggi dan berat badan. Analisis data menggunakan SPSS
23 dengan metode uji regresi logistik ordinal.
Hasil: Pada penelitian ini, dari total 132 subjek penelitian, sebanyak 23 atau 17,4%
subjek memiliki IMT kurang dan 16 atau 12,1% subjek memiliki IMT lebih. Hasil
analisis menunjukkan MET rendah cenderung untuk memiliki IMT rendah
dibandingkan dengan subjek dengan MET tinggi dan subjek dengan MET sedang
cenderung untuk memiliki IMT lebih dibandingkan dengan subjek dengan MET
tinggi. Asupan Mg kurang dan cukup cenderung untuk memiliki IMT kurang
dibandingkan dengan subjek dengan asupan Mg lebih.
Simpulan: Meskipun terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan asupan
magnesium terhadap IMT, hubungan tersebut tidak signifikan.
Collections
- Medical Education [2954]
