Show simple item record

dc.contributor.authorRofik, Nur Arifudin
dc.date.accessioned2024-08-05T03:34:23Z
dc.date.available2024-08-05T03:34:23Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/50904
dc.description.abstractUmbi porang (Amorphophallus muelleri) adalah salah satu tanaman liar hutan yang sedang berkembang pesat di Indonesia. Sebagai penghasil glukomanan, ubi porang memiliki banyak manfaat, terutama untuk industri makanan. Untuk melakukan ekstraksi glukomanan dilakukannya pencampuran tepung umbi porang dengan larutan pelarut dibutuhkan colloid mill. Coloid Mill adalah sistem yang dirancang untuk membantu proses dengan menggabungkan beberapa proses, seperti pencampuran, pengemulsian, dan homogenisasi produk dalam satu proses, sehingga meningkatkan stabilitas produk tersuspensi dan emulsi. Colloid mill terdiri dari rotor dan stator berbentuk kerucut, yang disejajarkan secara koaksial. Pemilihan bentuk poros sangat penting dalam proses ini, karena antara rotor dan stator nantinya dihubungkan dengan poros penggerak. Dalam penelitian ini berfokus pada CAD, CAM, dan CNC modelling poros penghubung dengan standar profil poligonal DIN P3G dan DIN P4C. Pemodelan CAD dilakukan menggunakan solidworks dengan penentuan dimensi sesuai dengan standar DIN serta penggunaan Esprit CAM guna melakukan simulasi CAM pada proses turning dan Milling serta penentuan parameter pemesinan sesuai dengan kemampuan tools yang digunakan berdasarkan mesin yang digunakan dan material yang digunakan. Proses pemesinan CNC dilakukan dengan menggunakan mesin Mazak QTE 200-MY SG (Turning) dan Hass VF-9 (Milling). Tujuan utama dari penelitian ini adalah melakukan pemesinan CNC serta melakukan evaluasi dimensi dari hasil CNC modelling P3G dan P4C menggunakan coordinate measurement machine (CMM) menggunakan metode 3D scanning. Hasil dari penelitian ini adalah berhasil membuat model poros profil polygon P3G dan P4C dengan Panjang 60mm menggunakan bahan novotex serta dengan toleransi ukuran sebesar 0.2mm. Model P3G dan P4C telah dibuat melalui proses pemesinan dan proses evaluasi pengukuran menggunakan CMM akan tetapi pada saat proses evalusi menggunakan CMM model P4C terlihat mengalami kegagalan dimensi pada saat proses pemesinan hal tersebut disebabkan oleh perbedaan setting origin (titik nol) karena menggunakan 2 mesin, yaitu turning dan milling.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectColloid Millen_US
dc.subjectProfil Poligonen_US
dc.subjectCADen_US
dc.subjectCAMen_US
dc.subjectCNCen_US
dc.subjectCMMen_US
dc.titleProses Pemesinan dan Evaluasi Model Poros dengan Profil Poligonal P3G dan P4C dengan Standar DIN Melalui Pengukuran Coordinate Measurement Machineen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19525084


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record