Proses Pemesinan dan Evaluasi Model Poros dengan Profil Poligonal P3G dan P4C dengan Standar DIN Melalui Pengukuran Coordinate Measurement Machine
Abstract
Umbi porang (Amorphophallus muelleri) adalah salah satu tanaman liar hutan yang
sedang berkembang pesat di Indonesia. Sebagai penghasil glukomanan, ubi porang
memiliki banyak manfaat, terutama untuk industri makanan. Untuk melakukan
ekstraksi glukomanan dilakukannya pencampuran tepung umbi porang dengan
larutan pelarut dibutuhkan colloid mill. Coloid Mill adalah sistem yang dirancang
untuk membantu proses dengan menggabungkan beberapa proses, seperti
pencampuran, pengemulsian, dan homogenisasi produk dalam satu proses,
sehingga meningkatkan stabilitas produk tersuspensi dan emulsi. Colloid mill
terdiri dari rotor dan stator berbentuk kerucut, yang disejajarkan secara koaksial.
Pemilihan bentuk poros sangat penting dalam proses ini, karena antara rotor dan
stator nantinya dihubungkan dengan poros penggerak. Dalam penelitian ini
berfokus pada CAD, CAM, dan CNC modelling poros penghubung dengan standar
profil poligonal DIN P3G dan DIN P4C. Pemodelan CAD dilakukan menggunakan
solidworks dengan penentuan dimensi sesuai dengan standar DIN serta penggunaan
Esprit CAM guna melakukan simulasi CAM pada proses turning dan Milling serta
penentuan parameter pemesinan sesuai dengan kemampuan tools yang digunakan
berdasarkan mesin yang digunakan dan material yang digunakan. Proses pemesinan
CNC dilakukan dengan menggunakan mesin Mazak QTE 200-MY SG (Turning)
dan Hass VF-9 (Milling). Tujuan utama dari penelitian ini adalah melakukan
pemesinan CNC serta melakukan evaluasi dimensi dari hasil CNC modelling P3G
dan P4C menggunakan coordinate measurement machine (CMM) menggunakan
metode 3D scanning. Hasil dari penelitian ini adalah berhasil membuat model poros
profil polygon P3G dan P4C dengan Panjang 60mm menggunakan bahan novotex
serta dengan toleransi ukuran sebesar 0.2mm. Model P3G dan P4C telah dibuat
melalui proses pemesinan dan proses evaluasi pengukuran menggunakan CMM
akan tetapi pada saat proses evalusi menggunakan CMM model P4C terlihat
mengalami kegagalan dimensi pada saat proses pemesinan hal tersebut disebabkan
oleh perbedaan setting origin (titik nol) karena menggunakan 2 mesin, yaitu turning
dan milling.
Collections
- Mechanical Engineering [744]
