| dc.description.abstract | Anak berkebutuhan khusus (ABK) membutuhkan pendidikan dan pelayanan
khusus melalui terapi. Pusat layanan terapi yang disediakan di Jawa Tengah salah
satunya PL PDBK Semarang. PL PDBK Semarang hanya memberikan waktu 1
tahun untuk setiap layanan terapi. PL PDBK Semarang memiliki penilaian untuk
mengetahui perkembangan ABK salah satunya penilaian motorik halus khususnya
terapi okupasi dengan jumlah sebanyak 58 anak dari jumlah keseluruhan di PL
PDBK Semarang sebanyak 256 anak. Penilaian motorik halus terdiri dari meraih
benda, menggenggam benda, melepas benda, menempatkan benda, menyusun
balok, menata balok ke dalam kotak, dan meronce. Dari penilaian tersebut ingin
mengetahui korelasi setiap kegiatan motorik halus dan perbedaan yang signifikan
penilaian kegiatan motorik halus dan perbedaan yang signifikan penilaian kegiatan
motorik halus. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah uji korelasi
kendall’s, uji friedman, uji wilcoxon. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa
penilaian kegiatan motorik halus memiliki korelasi yang tinggi dan penilaian
kegiatan meraih benda, menggenggam benda, melepas benda, menata balok ke
dalam kotak, dan meronce memiliki perbedaan yang signifikan. Sedangkan
kemampuan motorik halus ABK tidak memiliki perbedaan yang signifikan pada
kegiatan menempatkan benda dan menyusun balok. | en_US |