| dc.description.abstract | Teknologi digital telah mengubah cara masyarakat Indonesia mengungkapkan
pendapatnya, terutama menjelang pemilihan umum tahun 2024. Media sosial
platform utama untuk mengungkapkan pendapat masyarakat, salah satunya adalah
youtube. Pemilihan umum bukan hanya momen krusial dalam dinamika politik,
tetapi juga evaluasi terhadap kepercayaan terhadap lembaga penegak hukum seperti
KPK dan Polri, yang mengalami penurunan signifikan. Analisis sentimen
masyarakat terhadap gagasan mengenai penegakan hukum yang disampaikan oleh
tiga calon presiden dalam acara "Mata Najwa on Stage: 3 Bacapres Bicara Gagasan"
yang diselenggarakan oleh Universitas Gajah Mada dan Narasi, analisis ini menjadi
penting untuk memahami bagaimana gagasan-gagasan dari para calon presiden
diterima oleh publik, khususnya terkait dengan isu korupsi dan penegakan hukum.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komentar masyarakat yang
mengandung sentimen positif, netral, dan negatif. Metode yang digunakan adalah
analisis sentimen dengan melakukan text preprocessing data menggunakan case
folding, cleaning, tokenisasi, normalisasi dan lematisasi, serta pelabelan sentimen
menggunakan vader lexicon. Untuk proses klasifikasinya menggunakan salah satu
pengembangan deep learning yaitu arsitektur BERT untuk bahasa Indonesia atau
IndoBERT. Hasil dari penelitian ini adalah model classifier IndoBERT
memperoleh nilai akurasi sebesar 80% dimana sentimen positif memiliki nilai rata-
rata yang lebih tinggi dibandingkan dengan sentimen negatif atau netral. Penelitian
ini mengidentifikasi banyaknya sentimen positif yang memiliki interpretasi bahwa
masyarakat memberikan tanggapan yang baik terhadap gagasan yang disampaikan
calon presiden tentang penegakan hukum. | en_US |