Klasifikasi Sinyal Electroencephalography (EEG) Pada Pasien Skizofrenia Paranoid menggunakan Recurrent Neural Network (RNN) (Studi Kasus : Data sinyal Electroencephalography (EEG) pada pasien skizofrenia paranoid dan kontrol sehat)
Abstract
Skizofrenia adalah salah satu jenis gangguan jiwa yang paling umum. Menurut
Eugen Bleuler bahwa skizofrenia disebabkan oleh terputusnya hubungan antara
kognisi, emosi dan perilaku, yang mengakibatkan kurangnya kesesuaian antara
pikiran dan perasaan, atau antara persepsi realitas dan apa yang sebenarnya terjadi
yang disebut dengan halusinasi. Di rumah sakit jiwa di Indonesia, sekitar 70%
halusinasi yang dialami penderita gangguan jiwa adalah halusinasi pendengaran,
20% halusinasi visual dan 10% halusinasi penciuman, rasa dan sentuhan. Pada
penelitian ini, penulis menggunakan dataset yang disediakan oleh Repository For
Open Data tahun 2017 tentang Electroencephalography (EEG) pada pasien
skizofrenia paranoid dan kontrol sehat. Terdapat data rekaman sinyal EEG pada 14
pasien skizofrenia paranoid dan 14 kontrol sehat. Rekaman sinyal EEG dilakukan
bandpass filter dengan frekuensi batas bawah sebesar 2 Hz dan frekuensi batas atas
sebesar 45 Hz. Pada tahap EEG segmentation dilakukan segmentation dengan
durasi lebih pendek berdurasi 5 detik dengan overlap sebesar 1 detik. Dilakukan
feature extraction menggunakan frekuensi domain. Kemudian dilakukan klasifikasi
menggunakan Recurrent Neural Network (RNN) dengan fungsi aktivasi ReLU,
layer dropout sebesar 0,2 dan layer dense dengan fungsi aktivasi sigmoid.
Didapatkan akurasi model RNN sebesar 94,38% dan hasil classification report
model RNN didapatkan macro average untuk precision, recall dan f1-score
masing-masing sebesar 0,94.
Collections
- Statistics [1327]
